Pria di Thailand Meninggal Usai Divaksin Corona, Publik Diimbau Tenang


159 view
AP Photo/ Chalida Ekvitthayavechnukul, File
Ilustrasi
Bangkok (SIB)
Seorang pria di Thailand meninggal dunia sekira 10 hari usai disuntik vaksin virus corona (Covid-19). Otoritas kesehatan Thailand mengimbau publik tetap tenang. Seperti dilansir Reuters, Jumat (26/3), pejabat kesehatan senior Thailand, Sopon Mekton, menjelaskan dalam konferensi pers bahwa penyebab kematian pria tersebut adalah aneurisme aorta abdominal (AAA) dan ruptur. Ditambahkan Sopon bahwa vaksinasi corona di Thailand akan terus berlanjut.

Disebutkan Sopon dalam konferensi pers bahwa pria yang tidak disebut identitasnya itu disuntik vaksin corona pada 3 Maret dan meninggal pada 13 Maret. Tidak disebut lebih lanjut jenis vaksin yang digunakan pria tersebut. "Saya meyakini kematian ini adalah karena aneurisme dan tidak terkait dengan vaksin," tegas Sopon. AAA merupakan kondisi pembengkakan pembuluh darah utama yang mengalir dari jantung dan ruptur(sobek) pada pembuluh itu bisa berakibat fatal.

Dalam pernyataan terpisah, pejabat kesehatan setempat, Tawee Chotpitayasunond, menyebut bahwa pria yang usianya tidak disebutkan itu, memiliki masalah kesehatan bawaan dan telah menjalani operasi pada Januari lalu. Dia menggambarkan kondisi pria itu sebagai 'bom waktu di dalam tubuh'.

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul, mendorong publik untuk menerima suntikan vaksin corona. Sejauh ini, Thailand telah menyuntikkan sekitar 136 ribu dosis vaksin Corona, dengan sebagian besar menggunakan vaksin corona buatan China, Sinovac Biotech, namun vaksin AstraZeneca juga telah diberikan kepada publik.

Perdana Menteri Prayuth Chan-O-Cha menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin AstraZeneca di Thailand pada 16 Maret lalu. Pemberian vaksin AstraZeneca di Thailand sempat mengalami penundaan beberapa hari setelah muncul laporan di Eropa soal kasus pembekuan darah di kalangan penerima vaksin.

Mereka yang divaksinasi di Thailand sejauh ini merupakan tenaga kesehatan garis depan atau kelompok yang dianggap berisiko tinggi karena terpapar corona, atau karena usia mereka yang sudah lanjut dan yang memiliki penyakit bawaan sebelumnya. Otoritas Thailand sejauh ini melaporkan 28.577 kasus corona di wilayahnya, dengan 92 kematian. (Rtr/dtc/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com