Saling Tembak Saat Penggerebekan Narkoba, 2 Polisi Filipina Tewas


123 view
(Foto : Inews)
Ilustrasi tembak
Manila (SIB)
Sebuah insiden tragis terjadi saat penggerebekan narkoba yang dilakukan Kepolisian Filipina dan Badan Pemberantasan Narkoba di Quezon City. Dua polisi Filipina yang sedang menyamar tewas dalam baku tembak dengan agen federal lainnya dalam penggerebekan tersebut.

Seperti dilansir, Kamis (25/2), dua polisi yang tewas itu merupakan anggota Kepolisian Nasional Filipina (PNP). Keduanya terlibat baku tembak dengan agen dari Badan Pemberantasan Narkoba Filipina (PDEA) di Quezon City, Rabu (24/2) malam waktu setempat.
Tiga agen PDEA mengalami luka-luka dalam konfrontasi itu dan kini dirawat di rumah sakit.

Konfrontasi dan baku tembak ini terjadi saat polisi PNP dan agen PDEA sama-sama sedang menyamar, namun dalam operasi narkoba masing-masing.

Polisi dari unit operasi khusus Kepolisian Quezon City sedang menggelar operasi narkoba di area parkir jaringan restoran cepat saji setempat, saat mereka menyadari sedang bertransaksi dengan agen PDEA. Baku tembak terjadi tak lama setelah itu, dengan penyebab pastinya masih belum jelas.

Otoritas setempat meluncurkan penyelidikan paralel melalui penyelidikan gabungan PNP-PDEA dan penyelidikan oleh Biro Investigasi Nasional Filipina.

"Untuk saat ini, yang jelas adalah Dinas Penegakan Khusus PDEA berada di area itu dalam operasi yang sah," tegas juru bicara PDEA, Derrick Carreon.

"Kami menyerahkannya kepada Dewan Penyelidikan Gabungan. Kami akan melihat dokumen-dokumennya besok. Untuk saat ini, prioritas kami adalah menangani personel kami yang luka-luka," imbuhnya.

Secara terpisah, juru bicara PNP, Brigadir Jenderal Ildebrandi Usana menuturkan kepada PNA bahwa insiden ini tidak akan mempengaruhi hubungan kedua lembaga penegak hukum tersebut.

"Meskipun serius, ini tidak akan mempengaruhi kelanjutan hubungan operasional dan koordinasi yang telah sejak lama mereka jalin dalam perang melawan narkoba," tegasnya.

"Untuk mencari kebenaran di balik insiden tersebut, Dewan Penyelidikan Gabungan PNP-PDEA akan dibentuk untuk mencari tahu apa yang terjadi dan siapa yang harus dimintai pertanggungjawaban," ucap Usana. (Detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com