Singapura Mulai Vaksinasi Corona Personel Angkatan Bersenjata


176 view
Singapura Mulai Vaksinasi Corona Personel Angkatan Bersenjata
Foto: AP/Oded Balilty
Singapura mulai memvaksinasi personel Angkatan Bersenjata 
Singapura (SIB)
Singapura mulai memberikan vaksinasi Covid-19 kepada para personel Angkatan Bersenjata Singapura (SFA). Dalam postingan di Facebook, Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF), Kamis (21/1) menyatakan bahwa pihaknya berencana menvaksinasi sebagian besar pasukan SFA hingga pertengahan tahun ini.

Dilansir, Kamis (21/1), Menteri Pertahanan Ng Eng Hen dan Menteri Senior Negara untuk Pertahanan, Zaqy Mohamad turut menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech bersama dengan personel SAF. Mereka akan mendapatkan dosis kedua 21 hari kemudian.

Fase awal program vaksinasi untuk personel SAF dan petugas medis Covid-19 ini diharapkan selesai dalam waktu enam minggu, termasuk dosis kedua.

Menurut MINDEF, Dr Ng mengatakan penerima vaksin berikutnya adalah para personel yang bekerja di unit penting, termasuk mereka yang berada di keamanan maritim, pertahanan udara, dan kontra-terorisme - sebelum melanjutkan ke SAF lainnya.

"Dr Ng berencana melakukan vaksin terhadap sebagian besar pasukan aktif SAF pada pertengahan tahun ini," kata MINDEF.
"Semua personel aktif SAF yang secara medis memenuhi syarat dapat menerima vaksinasi," imbuhnya.

MINDEF menambahkan bahwa cakupan vaksinasi yang luas dalam SAF akan melindungi prajurit, mendukung kesiapan operasionalnya dan memungkinkan dimulainya kembali kegiatan pelatihan dan peningkatan kekuatan yang lebih luas.
Secara bertahap, SAF akan melanjutkan aktivitas seperti pelatihan di kamp dan tes kemampuan fisik individu, meskipun beberapa latihan di luar negeri tetap ditangguhkan.

Kementerian mengutip Dr Ng yang mengatakan bahwa suntikan vaksin "tidak menyakitkan".
"Kami ingin melakukan (vaksinasi) dengan aman dan dengan pengalaman yang saya miliki, mereka telah mengerjakan prosesnya dengan sangat baik," katanya.

Dalam postingan Facebook terpisah pada hari Kamis, Dr Ng mengatakan tujuannya adalah untuk menyelesaikan vaksinasi pada pertengahan tahun ini, "jika pasokan vaksin tiba sesuai rencana".

"Vaksinasi untuk mencapai herd immunity akan memberikan jaminan bagi tentara kita di unit kritis, sehingga nantinya aman dan efektif saat menjalankan tugas keamanan," katanya.

"Jika sudah selesai, kita dapat melanjutkan pelatihan dan operasi penuh," tambahnya.
Singapura memulai vaksinasi Covid-19 pada 30 Desember 2020, dimana petugas kesehatan di Pusat Penyakit Menular Nasional menjadi yang pertama mendapatkan suntikan. Negara itu memprioritaskan vaksinasi untuk kelompok yang paling berisiko, sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Vaksinasi telah ditawarkan kepada petugas kesehatan dan para staf di semua institusi kesehatan publik dan swasta, dan sedang diluncurkan untuk orang-orang yang bekerja di sektor perawatan.

Selain pekerja garis depan di titik masuk perbatasan, Singapura juga mulai memvaksinasi mereka yang terlibat dalam penanggulangan Covid-19, seperti petugas penyeka dan pekerja di fasilitas karantina dan perawatan masyarakat.
Vaksinasi untuk lansia akan dimulai akhir bulan ini, dengan syarat berusia 70 tahun ke atas. Semuanya akan diberikan secara gratis untuk seluruh warga Singapura dan penduduk yang memegang izin kerja jangka panjang.

Meski bersifat sukarela, pemerintah telah mendorong semua penduduk yang memenuhi syarat medis agar bersedia divaksinasi. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com