Sri Lanka Deteksi 321 Kasus Corona dari Klaster Pabrik Garmen


390 view
Sri Lanka Deteksi 321 Kasus Corona dari Klaster Pabrik Garmen
STR/AFP
Pabrik garmen di China ikut memproduksi masker di tengah wabah virus corona 
Kolombo (SIB)
Otoritas Sri Lanka mengonfirmasi bahwa lebih dari 300 buruh pabrik garmen di wilayahnya terinfeksi virus Corona (Covid-19) dalam beberapa waktu terakhir. Klaster pabrik garmen ini muncul setelah Sri Lanka tidak melaporkan kasus penularan lokal di tengah masyarakat dalam dua bulan terakhir.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (6/10), Kementerian Kesehatan Sri Lanka melaporkan bahwa ada 321 kasus Corona yang teridentifikasi terkait klaster pabrik garmen, setelah pasien pertama didiagnosis Corona di sebuah rumah sakit setempat sekitar dua hari lalu.

Wabah baru Corona terdeteksi di pinggiran Kolombo, ibu kota Sri Lanka, meskipun pemerintah mengklaim telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Corona.

Dalam upaya mengendalikan wabah baru ini, pemerintah Sri Lanka menerapkan jam malam di dua wilayah pinggiran yang menjadi tempat tinggal sebagian besar pasien positif Corona itu.

Tidak hanya itu, pemerintah juga menutup sekolah-sekolah dan universitas, serta memberlakukan pembatasan pada transportasi umum.

Selama lebih dari dua bulan, otoritas kesehatan Sri Lanka menyatakan bahwa mereka telah mencegah penyebaran virus Corona di tengah masyarakat dan bahwa pasien yang positif berasal dari dua klaster yang diketahui.

Sejauh ini, Sri Lanka melaporkan total 3.471 kasus Corona, dengan 13 kematian di wilayahnya. Dari jumlah itu, sebanyak 3.259 pasien di antaranya dinyatakan telah sembuh dari Corona. (detikcom/d)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com