Taiwan Kerahkan Sistem Rudal Lacak Pesawat China yang Menyusup


152 view
dok. Taiwan Ministry of National Defense via AP
Ilustrasi -- Salah satu pesawat militer China yang menyusup ke Taiwan
Taipei (SIB)
Angkatan Udara Taiwan tidak lagi selalu mengerahkan jet tempur setiap ada pesawat militer China yang menyusup ke wilayah udara negara itu. Taiwan kini mengerahkan sistem rudal berbasis darat untuk melacak penyusup di wilayahnya.

Seperti dilansir, Senin (29/3), pengerahan sistem rudal untuk melacak pesawat-pesawat China yang kerap masuk ke Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan (ADIZ) itu disebut membantu untuk menghemat sumber daya.

Angkatan Udara Taiwan berulang kali mengerahkan jet-jet tempur untuk mencegat pesawat-pesawat militer China yang menyusup dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli tahun lalu, Amerika Serikat (AS) menyetujui kemungkinan paket peningkatan sistem rudal Patriot darat-ke-udara untuk Taiwan, senilai US$ 620 juta.

Sekitar 20 pesawat militer China memasuki ADIZ Taiwan, Jumat (26/3) lalu, yang disebut oleh Kementerian Pertahanan Taiwan sebagai penyusupan terbesar. Meskipun pesawat militer China itu tidak terbang di atas Taiwan secara langsung, aksi itu meningkatkan tekanan, baik finansial maupun fisik, bagi Angkatan Udara Taiwan untuk memastikan jet-jet tempurnya siap dikerahkan kapan saja.

Berbicara dalam parlemen, Senin (29/3) waktu setempat, Wakil Menteri Pertahanan Taiwan, Chang Che-ping, menuturkan bahwa awalnya, jet tempur dikerahkan setiap kali untuk mencegat pesawat China, yang misinya terkonsentrasi di bagian tenggara ADIZ Taiwan.

Pengerahan itu menghabiskan banyak waktu dan sumber daya yang berharga, oleh karena itu, dilakukan perubahan dengan Taiwan mengerahkan pesawat yang lebih lambat jika China juga melakukan. Namun belakangan, Chang menyebut langkah tersebut kembali mengalami perubahan.

"Jadi sekarang kita sebagian besar menggunakan kekuatan rudal berbasis darat untuk melacak mereka. Kita menganggapnya sebagai masalah perang gesekan," ungkap Chang kepada parlemen Taiwan.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan bahkan menyatakan akan merebut wilayah itu dengan kekerasan jika diperlukan.

Sementara Angkatan Udara Taiwan terlatih dengan baik, kekuatannya jauh lebih kecil dari militer China.

Kementerian Pertahanan Taiwan berulang kali menyebut pengerahan jet dan pesawat militer, termasuk yang berusia 'setengah baya', memicu peningkatan besar dalam biaya pemeliharaan yang awalnya tidak dianggarkan.

Pada Oktober tahun lalu, Menteri Pertahanan mengungkapkan bahwa Taiwan menghabiskan nyaris US$ 900 juta sejauh ini sepanjang tahun 2020, untuk pengerahan Angkatan Udara melawan aksi penyusupan China. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com