Taiwan Tegaskan Berhak Membalas Ancaman China

* China Rilis Video Simulasi Serangan ke Pangkalan Udara AS di Guam

212 view
Taiwan Tegaskan Berhak Membalas Ancaman China
Foto: BBC World
China gelar latihan militer di dekat Taiwan untuk lindungi kedaulatannya 
Taiwan (SIB)
Pemerintah Taiwan mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya berhak untuk membela diri dan melakukan serangan balasan di tengah "pelecehan dan ancaman" China. Peringatan ini disampaikan kepada China, yang pekan lalu mengirim sejumlah jet melintasi garis tengah Selat Taiwan yang sensitif.

Ketegangan meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir antara Taipei dan Beijing, yang mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri, untuk diambil paksa jika diperlukan. Beberapa pesawat militer China terbang melintasi garis tengah Selat Taiwan dan masuk ke zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada akhir pekan lalu. Ini mendorong Taiwan untuk mencegat jet-jet tersebut dan Presiden Tsai Ing-wen menyebut China sebagai ancaman bagi wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan pihaknya telah "mendefinisikan dengan jelas" prosedur untuk tanggapan pertama di tengah "frekuensi tinggi gangguan dan ancaman dari kapal perang dan pesawat musuh tahun ini". Disebutkan bahwa Taiwan memiliki hak untuk membela diri dan melawan serangan". Taiwan tidak akan memprovokasi tetapi juga "tidak takut pada musuh", tambahnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (21/9).

Pada hari Senin (21/9), surat kabar resmi China Daily mengatakan dalam sebuah tajuk rencana bahwa Amerika Serikat mencoba menggunakan Taiwan untuk menahan kebangkitan China, tetapi tidak ada yang boleh meremehkan tekadnya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau itu. "Pemerintah AS seharusnya tidak terkecoh dalam keputusasaannya untuk menahan kebangkitan China dan memanjakan diri dalam kecanduan AS pada hegemoni," tulis media tersebut.

China marah atas peningkatan dukungan AS untuk Taiwan, termasuk dua kunjungan dalam beberapa bulan oleh pejabat tinggi, satu pada bulan Agustus oleh Menteri Kesehatan Alex Azar dan yang lainnya minggu lalu oleh Keith Krach, wakil menteri untuk urusan ekonomi.

AS, yang tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan tetapi merupakan pendukung internasional terkuatnya. AS juga merencanakan penjualan senjata baru ke Taiwan. China bulan ini mengadakan latihan militer berskala besar yang langka di dekat Taiwan, yang disebut Taipei sebagai provokasi serius. China mengatakan latihan itu adalah kebutuhan untuk melindungi kedaulatannya.

Rilis Video Simulasi Serangan
Sementara itu, Angkatan Udara China merilis video yang menunjukkan sejumlah pesawat pengebom H-6 yang berkemampuan nuklir sedang melancarkan simulasi serangan terhadap lokasi yang mirip dengan Pangkalan Udara Anderson milik Amerika Serikat (AS) di Guam.

Seperti dilansir Reuters, Senin (21/9), video tersebut dirilis oleh akun Weibo milik Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China, pada Sabtu (19/9) waktu setempat. Video itu dirilis saat China menggelar latihan militer di dekat wilayah Taiwan, untuk menyatakan kemarahan atas kunjungan pejabat senior dari Departemen Luar Negeri AS ke Taipei.

Guam yang merupakan wilayah AS di Pasifik diketahui menjadi lokasi fasilitas militer AS, termasuk Pangkalan Angkatan Udara AS, yang akan menjadi kunci dalam merespons konflik apapun di kawasan Asia Pasifik. Video dari Angkatan Udara China yang berdurasi 2 menit 15 detik itu diberi judul 'Dewa perang H-6K menyerang!'.

Video dengan musik latar yang dramatis bak trailer untuk film Hollywood itu, menunjukkan sejumlah pesawat pengebom H-6 lepas landas dari satu pangkalan militer di gurun. Di tengah penerbangan, seorang pilot menekan tombol dan meluncurkan satu rudal yang mengarah ke satu landasan tepi laut yang tidak disebut nama lokasinya.

Berdasarkan gambar gudang penyimpanan rudal yang ada di landasan itu, lokasi yang menjadi target serangan persis dengan citra satelit dari Pangkalan Udara Andersen di Guam, meskipun tidak disebut namanya. (Rtr/dtc/c)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com