Usai Jamuan Santap Malam Mewah, Romney Memuji-muji Trump

* Obama: Istri Saya Tak Akan Pernah Maju Jadi Calon Presiden

221 view
New York (SIB)- Salah satu tokoh yang disebut sebagai calon Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mitt Romney melontarkan pujian kepada Presiden terpilih AS Donald Trump. Pujian itu dilontarkan saat keduanya melakukan jamuan santap malam mewah, Selasa malam waktu setempat. "Saya menghabiskan malam yang sangat baik dengan Presiden Terpilih Trump. Kita kembali berdiskusi mengenai isu-isu internasional. Diskusi yang sangat menarik, menyenangkan, dan mencerahkan," tutur Romney seperti dikutip Politico, Rabu (30/11).

Mantan Gubernur Massachusetts itu melanjutkan dengan memuji pidato kemenangan Trump. Romney mengakui Trump memiliki prestasi yaitu memenangi Gedung Putih, hal yang gagal dicapai Romney yang mencapreskan diri dua kali di tahun 2008 dan 2012. Romney juga menyatakan sejauh ini sangat positif dengan nama-nama yang telah dipilih untuk menjabat di kabinet Trump. "Hari-hari gemilang Amerika akan segera tiba" sebutnya.

Pertemuan ini merupakan yang kedua dalam 10 hari. Didampingi Kepala Staf Gedung Putih Trump, Rience Priebus, ketiga orang ini bersantap di restoran Jean Georges, restoran mewah berbintang tiga Michelin yang terletak di Trump International Hotel di Kota New York.

Trump terlihat memesan steak sirloin sebagai menu utamanya, sedangkan Romney memilih daging kambing yang dibalut saus jamur bolognese. Mereka juga menyantap tumis kaki katak dan kerang dilapisi kembang kol berkaramel sebagai menu kecil lain. Menu penutup atau dessert adalah kue cokelat.

Ditanya apakah Romney akan menjadi Menlunya, Trump menjawab, "kita akan melihat apa yang terjadi." Tentu saja puja puji Romney dan santapan makan malam yang penuh kehangatan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat hubungan buruk Trump dan Romney sepanjang masa kampanye pilpres.

Romney ketika itu menilai Trump tidak akan mungkin memenangkan tiket capres Republik. Dia juga mengecam pernyataan-pernyataan taipan real estat itu yang dinilainya kekanak-kanakan. Tidak ketinggalan dia menyebut AS akan memasuki masa kegelapan di bawah kepresidenan Trump.

Puncaknya, Romney menyampaikan pidato khusus menyebut musuh bebuyutannya itu sebagai penipu dan tokoh penuh kepalsuan. Trump kemudian membalas dengan menyebut Romney sebagai pecundang yang tidak mampu mengalahkan Presiden Barack Obama di pilpres 2012. Mantan Wali Kota New York Rudy Giuliani, Senator Tennessee Bob Corker, Mantan Duta Besar AS untuk PBB John Bolton, hingga sosok kontroversial Mantan Direktur CIA Jenderal David Petraues menjadi pesaing Romney untuk posisi prestisius ini.

Tak Akan Pernah Maju Jadi Calon Presiden
Mereka yang berharap bakal melihat Ibu Negara Michelle Obama maju dalam pencalonan Presiden Amerika Serikat mendatang harus membuang jauh-jauh harapan itu. Penegasan itu disampaikan Presiden AS Barack Obama dalam wawancara dengan majalah Rolling Stone di Washington. "Michelle tidak akan pernah maju untuk masuk ke kantor ini," kata Obama seperti dikutip dari kantor berita AFP, Rabu (30/11).

Setelah kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pemilihan presiden yang baru lalu, publik dunia maya pun mendorong agar Michelle mempertimbangkan untuk maju sebagai calon presiden. "Sepanjang yang saya tahu, dia memang sangat berbakat. Anda dapat melihat sendiri betapa besar resonansi yang dia buat untuk rakyat AS," kata Obama. "Namun, saya bergurau ya dengan bilang dia terlalu bijaksana untuk menginginkan kursi ini," ungkap Obama lagi.

Kepercayaan diri Michelle, dan gayanya yang kental dalam perjalanan kampanye lalu, mewarnai perjuangan Hillary Clinton. Michelle yang akan menginjak usia 53 tahun saat suaminya meninggalkan Gedung Putih menjadi Ibu Negara AS pertama yang berkulit hitam di negara itu. Pengacara lulusan Harvard ini akan menanggalkan gelarnya sebagai Ibu Negara pada 20 Januari mendatang. Dalam survei yang diselenggarakan Gallup, Michelle mendapat dukungan dari 79 persen warga AS. Angka itu menjadikannya lebih populer dari suaminya sekalipun, yang menjadi Presiden kulit hitam pertama AS. Terkait penegasan Obama ini, Michelle telah berulang kali pula mengatakan bahwa dia tak akan mengikuti jejak Hillary Clinton. Hillary berjuang menjadi presiden setelah suaminya, Bill Clinton, menjabat pada 1993-2001. (AFP/kps/ r)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com