Vaksin Covid-19 Pfizer Timbulkan 2 Kasus Alergi, BPOM AS Revisi Lembar Fakta


361 view
Vaksin Covid-19 Pfizer Timbulkan 2 Kasus Alergi, BPOM AS Revisi Lembar Fakta
POOL/JACOB KING via AP
Foto tertanggal 8 Desember 2020 menunjukkan Margaret Keenan (90) menjadi pasien pertama di Inggris yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech. Penyuntikan dilakukan oleh perawat May Parsons di University Hospital. Coventry, Inggris.
Washington DC (SIB)
Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, pihaknya sedang bekerja sama dengan Pfizer dalam merevisi lembar fakta untuk penerima vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, usai timbulnya kasus 2 orang yang mengalami reaksi alergi. Kedua orang dengan reaksi alergi itu sama-sama bekerja sebagai tenaga kesehatan (nakes) dan divaksinasi di Alaska. Salah satunya mengalami reaksi serius atau "anifilaksis" sehingga harus dirawat inap.

Doran Fink, Wakil Direktur Divisi Vaksin di FDA menyampaikan semua individu ini dirawat dengan bantuan medis yang tepat, dan untungnya semua pulih atau membaik. "Kami berjaga-jaga mungkin ada laporan tambahan, yang akan kami selidiki dengan cepat," lanjutnya dikutip dari AFP, Kamis (17/12).

Dia menambahkan, otoritas AS termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sedang menyelidiki dua kasus itu, dan bekerja dengan Inggris untuk meneliti lebih lanjut dua kasus serupa yang juga terjadi di sana.

"Sementara totalitas data saat ini terus mendukung vaksinasi di bawah Pfizer EUA (otorisasi penggunaan darurat), tanpa pembatasan baru, kasus-kasus ini menekankan perlunya tetap waspada selama fase awal vaksinasi," ujar Fink.

Untuk mencapai tujuan ini, FDA bekerja sama dengan Pfizer untuk merevisi lembar fakta dan meresepkan informasi untuk vaksin mereka, guna menyesuaikan pedoman CDC untuk pemantauan pasca-vaksinasi dan pengelolaan reaksi alergi langsung. Revisi tersebut katanya akan mencakup peringatan untuk orang-orang yang memiliki riwayat reaksi alergi terhadap bahan-bahan vaksin, agar menghindari suntikan vaksin corona saat ini.

Revisi tersebut juga akan mencakup peringatan bahwa fasilitas tempat vaksin disuntikkan, harus memastikan adanya perawatan medis untuk segera menangani reaksi alergi. Fink melanjutkan, jika Moderna juga mendapat otorisasi penggunaan darurat label serupa juga bakal dipasang. Kedua vaksin virus corona itu dibuat berdasarkan teknologi mRNA (messenger ribonucleic acid) yang belum pernah mendapat persetujuan sebelumnya. (AFP/kps/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com