10 Nelayan Asal Deliserdang Dipulangkan Pekan Depan


102 view
10 Nelayan Asal Deliserdang Dipulangkan Pekan Depan
Foto: SIB/Lisbon Situmorang
BERPOSE : Anggota DPRD Sumut dr Tuahman Purba dan tokoh masyarakat Sumut Parlindungan Purba SH berpose usai melakukan pertemuan untuk memastikan data dengan keluarga 10 nelayan yang ditangkap Malaysia, Minggu (17/10) di Pantailabu.
Pantailabu (SIB)
Sepuluh nelayan asal Dusun IV Desa Paluhsibaji Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang yang ditangkap pihak Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM) karena dituduh menerobos batas perairan negara, akan dipulangkan pekan depan.

Rencana pemulangan itu disampaikan Anggota DPRD Sumut dr Tuahman Purba dan tokoh masyarakat Sumut Parlindungan Purba SH, saat mengunjungi keluarga 10 nelayan untuk memastikan data para nelayan, Minggu (17/10), di Dusun IV Desa Paluhsibaji Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang.

Disebutkan, pihaknya (Tuahman Purba dan Parlindungan Purba) bersama HNSI Sumut berkordinasi dengan Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP) dan Kedutaan Besar/Konsulat Jenderal RI di Malaysia dan Instansi terkait di Malaysia, sudah melakukan komunikasi untuk proses pemulangan 10 nelayan.

Pada pertemuan itu, Parlindungan Purba yang merupakan mantan anggota DPD RI, langsung melakukan kontak video call dengan Ikhsan dari pihak KKP RI di Jakarta, dan berkomunikasi langsung dengan pihak keluarga 10 nelayan untuk memastikan rencana proses pemulangan itu. Tampak keluarga para nelayan menangis haru mendengar berita bahwa 10 nelayan akan segera dipulangkan.

“Besok (Senin, 18 Oktober 2021) akan dipastikan, untuk proses pemulangannya. Mudah-mudahan tidak ada halangan, minggu depan sudah bisa pulang ke tanah air. Saat ini 10 nelayan masih diamankan di Pulau Penang-Malaysia,” jelas Tuahman Purba. Direncanakan pemulangan 10 nelayan asal Pantailabu akan dilakukan ke Belawan bersama sampan (kapal) yang mereka gunakan sebelumnya.

Kepada sejumlah wartawan, Parlindungan Purba mengatakan kedepan, para nelayan harus diberi edukasi agar para nelayan mengetahui batas wilayah perairan antara Indonesia dengan negara lain didukung alat deteksi berupa GPS (Global Position System).

Selain itu, diberi sosialisasi penggunaan alat navigasi serta alat komunikasi di kapal perikanan, sehingga tidak ada lagi nelayan yang melanggar batas penangkapan ikan di perairan negara lain, jelasnya.

Kesepuluh nelayan asal Dusun IV Desa Paluhsibaji itu adalah, Agus Salim (25), Mhd Ali Topan (19), Agus Tami Tanjung (47), Rizky Alamsyah (21), Aldi (17), Mhd Ali Hatari (19), Abdulah Sani (25), Agus Syahputra (25), Robi Hermanwan Silalahi (25), dan Juma (27).

Sebelumnya diberitakan, dituduh menerobos batas perairan laut wilayah negara Malaysia, 10 orang nelayan asal Desa Paluhsibaji Kecamatan Pantailabu Kabupaten Deliserdang Provinsi Sumut, ditangkap dan diamankan pihak Agensi Penguatkuasa Maritim Malaysia (APMM), sedang mencari ikan di perairan laut Selat Malaka, Minggu (3/10) pukul 08.00 WIB. (C1/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com