100 Hari Kerja Bobby-Aulia Dapat Kritikan dan Apresiasi


132 view
100 Hari Kerja Bobby-Aulia Dapat Kritikan dan Apresiasi
Internet
Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "100 Hari Bobby-Aulia, Bagaimana?" yang dihelat DPD KNPI Sumut di Medan, Sabtu (5/6)
Medan (SIB)
Kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution-Aulia Rachman genap 100 hari. Beberapa kalangan mengkritik, tapi banyak juga yang mengapresiasi terutama soal keberanian mengambil keputusan.

Hal itu tertuang dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "100 Hari Bobby-Aulia, Bagaimana?" yang dihelat DPD KNPI Sumut di Medan, Sabtu (5/6) sore seperti dilansir dari hariansib.com.

Diskusi yang dimoderatori Arfah Fanshyuri Lubis itu menghadirkan sejumlah kalangan yaitu Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan, Wakil Ketua DPW PKS Sumut Wasis Wiseso, Wakil Ketua PDIP Sumut Dr Aswan Jaya, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar dan Pengamat Politik UIN Sumut Faisal Riza.

Politisi PKS, Wasis Wiseso mengkritik sejumlah hal di 100 hari kepemimpinan Bobby-Aulia. Terutama soal janji BPJS gratis untuk warga Kota Medan serta penanganan pandemi Covid-19.

"Kesawan City Walk menimbulkan kerumunan. Tapi tetap keukeuh dijalankan, akibatnya Medan sempat kembali zona merah," katanya.

Ia juga menagih janji Bobby-Aulia yang akan berkantor di Medan Utara. Namun. Sampai saat ini belum terlaksana. Di sisi lain, Wasis mengapresiasi gerak cepat Bobby Nasution terutama memberantas pungutan liar.

"Upaya penanganan banjir juga kita apresiasi. Kordinasi Pemko Medan dengan kementerian terkait perlu ditindaklanjuti dan bisa konsisten," ungkapnya.

Sementara itu, fungsionaris PDIP Sumut, Aswan Jaya mengatakan, PDIP sudah selesai mengantarkan Bobby-Aulia sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. "Jadi kini mereka milik masyarakat Kota Medan. Ini penting disampaikan," ungkapnya.

PDIP mencatat ada 5 prioritas kerja Pemko Medan yang patut didukung agar terwujud, yakni kesehatan, kebersihan kota, kualitas infrastruktur, tata kelola ruang kota seperti Kesawan dan Merdeka Walk serta penanganan banjir.

"Pengentasan banjir ini dilakukan hampir di segala lini. Di antaranya kordinasi intensif sengan kementerian serta upaya normalisasi sungai. Ini akan kita tunggu seperti apa nantinya," tambahnya.

Sementara, Abyadi Siregar mengapresiasi kinerja 100 hari Bobby-Aulia. Terutama keberanian mengambil keputusan dan gerak cepat Bobby dalam merespon pengaduan publik.

"Kasus honor tenaga kesehatan di RS Pirngadi ini contohnya. Kemudian soal punishment kepada birokrasi yang nakal seperti pungli. Zona integrasi harus dimulai dari pembersihan birokrasi dari pungli dan korupsi," bebernya.

Hanya saja, kata Abyadi, kinerja tersebut membutuhkan konsistensi agar tidak terkesan pencitraan. "Ini butuh konsistensi. Makanya kita harus sama-sama mengawasi jalannya pemerintahan Bobby-Aulia," kata Abyadi.

Sedangkan Faizal Riza menilai pemberantasan pungli merupakan hal biasa. "Agar forum ini tidak jadi forum puja-puja, harusnya pungli sudah diberantas sejak 10 atau 15 tahun yang lalu, banjir pun juga begitu. Sekarang yang perlu dipikirkan adalah tentang kualitas hidup warga Kota Medan," katanya.

Menurutnya dukungan politik dan akses kekuatan pemerintah pusat merupakan modal penting bagi Bobby-Aulia untuk mewujudkan harapan masyarakat. "Filsuf Aristoteles menyebut harapan keadilan bisa bersandar pada kekuatan. Nah, kekuatan inilah yang dimiliki Bobby," ujarnya.

Sementara itu, Samsir Pohan menyebut FGD ini bentuk tanggung jawab KNPI Sumut menggali penilaian publik terhadap kepemimpinan Bobby Nasution di 100 hari kerjanya sebagai Wali Kota Medan. "Kita menghadirkan narasumber yang berimbang agar hasil FGD objektif, bukan hanya seremonial. Sebab pikiran patut diajukan, kritik harus diungkapkan," tegas Samsir.

Hasil diskusi ini akan diserahkan kepada Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan sebagai bahan evaluasi dan masukan bersama. Hadir juga dalam diskusi tersebut kalangan mahasiswa di antaranya Ketua KAMMI Sumut A Rangkuti, Ketua GMNI Sumut Daniel Sigalingging serta aktivis HMI. (R8/R7/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com