103 Warga Binaan Lapas Pangururan Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba dan ToT


188 view
103 Warga Binaan Lapas Pangururan Ikuti Sosialisasi Bahaya Narkoba dan ToT
(Foto: harianSIB.com/Eben Ezer Pakpahan)
MOTIVASI: Kepala BNN Pematangsiantar, Dr Tuangkus Harianja (kiri) memotivasi warga binaan Lapas III Pangururan, pada sosialiasi bahaya narkoba dan ToT, Selasa (19/4/2022), di halaman Lapas. 

Samosir (harianSIB.com)

Sebanyak 103 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Pangururan, Kabupaten Samosir, mengikuti sosialisasi bahaya narkoba dan ToT (Training of Trainer), di halaman Lapas, Selasa (19/4/2022).


Sosialisasi yang diselengarakan Lapas Pangururan dan Pemkab Samosir tersebut, mendatangkan Kepala BNN Pematangsiantar, Dr Tuangkus Harianja, sebagai narasumber.


Bupati Samosir dalam sambutannya dibacakan Kaban Kesbangpol Dumosch Pandiangan, mengatakan Pemkab Samosir mendukung sepenuhnya segala kegiatan pencegahan narkoba. Pemkab juga akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk melakukan gerakan anti narkoba.


"Ke depan, Pemkab Samosir akan mendorong seluruh pemerintahan desa untuk menyiapkan anggaran sosialisasi dan penanggulangan narkoba, sehingga tercapai Desa Zero Narkoba," sebut Dumosch.


Sementara itu, Kalapas III Pangururan Julius Barus, di hadapan warga binaannya mengatakan narkoba sebagai musuh bersama yang telah merusak seluruh sendi kehidupan harus diberantas bersama. Dia berkomitmen Lapas yang merupakan obyek binaannya saat ini bersih dari narkoba dan pungli.


"Kami menyatakan seluruh pegawai dan warga binaan di sini siap apabila dilakukan tes urin. Itu bentuk komitmen kami bersih dari narkoba," tegas Julius.


Lebih lanjut dijelaskan Julius, saat ini 103 warga binaannya sudah mengisi kegiatan pengembangan kreatifitas seperti pembuatan miniatur rumah batak, pembuatan souvenir dari batok kelapa dan pembuatan kue. Hasil karya warga binaan tersebut sudah banyak dipasarkan seperti di Creative Hub Samosir dan Dekranasda. Ke depan, Lapas III Pangururan akan membuka toko/etalase sebagai sarana untuk menjual hasil kreatifitas warga binaannya tersebut.


Pada kesempatan yang sama, Dr Tuangkus Harianja mengajak seluruh undangan yang hadir serta elemen masyarakat agar bersinergi dengan pemerintah memberantas peredaran narkoba. Terhadap warga binaan khususnya pecandu narkoba, Tuangkus menyebut hendaknya dilakukan pembinaan dengan pendekatan rehabilitasi dan melatih keterampilan dengan kegiatan vokasional yang menjadi usaha mandiri setelah nantinya kembali ke masyarakat dan bisa menjadi duta anti narkoba. (*)

Penulis
: E R Eben Ezer Pakpahan
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com