2.600 Siswa Magang Taput Ditargetkan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan


313 view
2.600 Siswa Magang Taput Ditargetkan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
Foto Dok / BPJS Ketenagakerjaan Taput
SOSIALISASI: Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tapanuli Utara, Udur Sirait bersama Kapala Cabang Dinas Pendidikan Tapanuli Utara-Humbang Hasundutan Darwin Purba dan Kasi SMK Rudi Sinaga dalam acara sosialisasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa magang, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Taput di jalan Sisingamangaraja Tarutung. 

Tarutung (SIB)

Sebanyak 2.600 siswa prakerin (magang) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ditargetkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.


Guna mewujudkan hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tapanuli Utara melaksanakan sosialisasi jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa magang Tapanuli Utara kepada para kepala SMK se-Taput.


Demikian disampaikan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tapanuli Utara, Udur Sirait ketika diwawancarai SIB, Kamis (17/2) di kantornya Jalan Sisingamangaraja Tarutung.


Udur Sirait menjelaskan siswa magang wajib didaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana amanah peraturan pemerintah nomor 44 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan kecelakaan kerja dan kematian.


Program ini juga didukung surat edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara nomor 421.5-1022-Bid.P.SMK-11-2018 tentang kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi siswa magang atau praktek kerja lapangan.


"Kami memberi apresiasi kepada Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Tapanuli Utara-Humbang Hasundutan atas dukungannya mengajukan siswa magang dilindungan dengan program Jamsostek," sebutnya.


Menurut Kacab BPJS Ketenagakerjaan Taput pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bagi siswa magang untuk memberikan perlindungan dari resiko kecelakaan kerja dan kematian dalam menjalankan magang.


Banyak manfaat yang diperoleh peserta antara lain jaminan kematian Rp 42 juta, meninggal dunia karena kecelakaan kerja Rp 72 juta dan pelayanan pengobatan yang tidak terbatas kalau terjadi kecelakaan kerja.


"Padahal yang dibayar hanya Rp 16.800 per bulan," ujar Udur.


Namun sejauh ini katanya dari sebanyak 1.000-an siswa magang peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak ada yang mengalami efek kecelakaan terlalu berat. "Ada kejadian siswa mengalami jari putus saat magang di bengkel. Tapi tidak terdaftar sebagai peserta," sebutnya.


Karena itu, ia mengingatkan bahwa banyak resiko kerja bagi siswa Prakerin sehingga perlu menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. (F3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com