2 Minggu Sampah Tak Diangkut, Warga Seirampah Mengeluh


171 view
2 Minggu Sampah Tak Diangkut, Warga Seirampah Mengeluh
Foto : Jurnalis Koran SIB/Bonny Sembiring
MENUMPUK : Sampah rumah tangga di keranjang pinggir Jalinsum Medan-Tebingtinggi, persisnya di kawasan Desa Seirampah, Kecamatan Seirampah, tampak menumpuk karena sudah lama tidak diangkut petugas sampah DLH Sergai. Foto diambil, Senin (14/6/2021).
Sergai (harianSIB.com)

Warga Desa Seirampah, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), mengeluh lantaran sampah rumah tangga mereka tidak diangkut hingga dua minggu.

Pantauan jurnalis Koran SIB Bonny Sembiring, di Jalinsum kawasan Desa Seirampah, Senin (14/6/2021), berbagai jenis sampah terlihat menumpuk di keranjang pinggir jalan karena diduga lama diangkut truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Sergai. Kemudian, bau menyengat juga kerap tercium oleh warga yang tinggal pinggir jalan tersebut.

"Sampah ini sudah 2 pekan tidak diangkut. Baunya sangat menyengat. Percuma kita beri tahu ke petugas, tapi mereka tetap tidak mau tahu," ujar seorang warga Desa Seirampah bernama Elvi (46).

Elvi dan tetangga lainnya menyebut, setiap bulannya warga diwajibkan membayar iuran sampah sebesar Rp30 ribu.

Untuk itu, mereka meminta pada petugas Dinas DLH agar bisa sesering mungkin mengangkut sampah rumah tangga, sehingga tidak meninggalkan bau.

"Karena jarang diangkut, pemandangan tumpukan sampah di keranjang pun juga tampak di pinggir Jalinsum kawasan Seirampah," katanya.

Kepala DLH Pemkab Sergai melalui Kabid Pengolahan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas, R Tambunan ketika dikonfirmasi menjelaskan sampah rumah tangga itu tidak bisa diangkut setiap hari akibat kekurangan armada.

Untuk memungut sampah se-Kabupaten Sergai, akunya, saat ini DLH hanya memiliki 8 unit truk pengangkut sampah.

"Sebenarnya, kita memiliki 9 unit truk pengangkut sampah, tapi 2 unit sudah rusak dan tidak bisa berfungsi lagi. Sedangkan, 1 unit lainnya kita pinjam dari Dinas PUPR, makanya kita bisa memiliki 8 unit truk pengangkut sampah," bebernya.

Tambunan menambahkan, sejak ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Seiparit, Kecamatan Seirampah, pada Februari lalu, jarak pembuangan akhir sampah saat ini menjadi semakin jauh.

"Sebab, truk-truk pengangkut sampah harus membuangnya ke TPA Desa Batang Terap, Kecamatan Perbaungan," katanya. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com