26 - 28 Maret 2021, HKI Gelar Sinode Agung ke-63


560 view
26 - 28 Maret 2021, HKI Gelar Sinode Agung ke-63
(Foto: SIB/Meily Saragih)
BERIKAN KETERANGAN: Ephorus HKI Pdt M Pahala Hutabarat MM (kanan) didampingi Sekjen Pdt Dr Batara Hutabarat (tengah) dan Panitia Sinode Agung HKI ke-63I Tahun 2021 Ir Reinward Simanjuntak (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana pelaksanaan Sinode Agung baru-baru ini di ruang Rapat Kantor Pusat HKI, Jalan Melanthon Siregar, Pematangsiantar.
Pematangsiantar (SIB)
Huria Kristen Indonesia (HKI) akan mengadakan Sinode Agung Huria Kristen Indonesia ke-63 Tahun 2021, pada tanggal 26"28 Maret 2021 mendatang, bertempat di Auditorium Universitas Simalungun, Jalan Sisingamangaraja Pematang-siantar, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu ,menurut Ephorus HKI Pdt M Pahala Hutabarat MM didampingi Sekjen Pdt Dr Batara Sihombing dan Ketua Umum Panitia Sinode Agung HKI ke-63 Tahun 2021, Ir Reinward Simanjuntak, kepada wartawan baru-baru ini di ruang Rapat Kantor Pusat HKI Jalan Melanthon Siregar, Pematang-siantar, pada pemilihan Pucuk Pimpinan (Ephorus dan Sekjen), akan menerapkan Sistim Manjomput Nasinurat, serta akan dirangkaikan dengan Rapat Pendeta.

Adapun tema ada pelaksanaan sinode tersebut, Sebab apa yang engkau berkati, diberkati untuk selama-lamanya (1 Tawarikh 17:27 b), serta pihaknya berprinsip bahwa gereja HKI adalah penyebar injil dan diharapkan ,semua peserta dalam keadaan sehat, tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Sekjen HKI, Pdt Dr Batara Sihombing mengungkapkan pada Sinode Agung tersebut, HKI akan memilih Pucuk Pimpinan, Majelis Pusat, Praeses dan Badan Pemeriksa Keuangan. Sebelumnya direncanakan pada bulan Agustus 2020 lalu, namun karena pandemi Covid-19, pelaksanaanya ditunda dan akan dilaksanakan pada Maret 2021 ini,serta dirangkaikan dengan Rapat Pendeta. Mengingat HKI sudah lima tahun menerapkan sistim manjomput Nasinurat dalam memilih pimpinan yang akan memimpin HKI pada periode selanjutnya.

"Dalam sistim manjomput Nasinurat ini, sudah kita pilih calon-calon pimpinan, baik itu Ephorus dan Sekjen, melalui seksi administrasi, kemudian di rapat pleno terakhir, haruslah menyampaikan rencana strategis, untuk mencapai visi HKI. Sesuai dengan Tata Gereja HKI, penyampaian rencana strategis, haruslah dilaksanakan pada Rapat Pendeta yang diikuti sebanyak 265 pendeta, disampaikan Renstra dalam bahasa Inggris, selama 30 menit dan dinilai oleh Tim Seleksi sebanyak 15 orang, yang terdiri dari 8 pendeta dan 7 non pendeta, yang akan memberikan penilaian dan kemudian akan diumumkan calon yang lolos, untuk selanjutnya akan dibawa ke Sinode, untuk mengikuti Manjomput Nasinurat," ujarnya.

Untuk kegiatan Manjomput Nasinurat, akan dilakukan pada Sabtu (27/3) malam, untuk mengetahui Pucuk Pimpinan HKI, yang Tuhan hunjuk memimpin HKI, sebagai Ephorus dan Sekjen periode 2020-2025. Sementara itu untuk memilih Praeses, Majelis Pusat dan BPK, masih menerapkan sistim pemungutan suara. Dengan diterapkannya sistim Manjomput Nasinurat, yang telah diterapkan pada Tahun 2015 lalu, diharapkan semakin meningkatkan persatuan dan kesatuan juga kebersamaan dengan peserta dan jemaat HKI.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Sinode Agung, Ir Reinward Simanjuntak mengungkapkan, kegiatan tersebut, akan dihadiri sebanyak 600 orang terdiri dari pendeta-pendeta resort dan utusan-utusan daerah. Serta seluruh peserta, wajib melakukan tes antigen di daerah masing-masing , karena hal tersebut, menjadi bagian dari peraturan Sinode.

Sebanyak 600 peserta sinode tersebut, mewakili 14 daerah pelayanan dan terdiri dari 193 resort, 933 jemaat dan semuanya tersebar di seluruh Indonesia. (D3/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com