4 Fraksi di DPRD Pematangsiantar Kritisi Kinerja Dinas Pendidikan


293 view
4 Fraksi di DPRD Pematangsiantar Kritisi Kinerja Dinas Pendidikan
Foto Dok
Kantor Disdik Kota Pematangsiantar
Pematangsiantar (SIB) -Empat fraksi DPRD Pematangsiantar mengkritisi kinerja Dinas Pendidikan, terkait pengelolaan sektor pendidikan. Jajaran Dinas Pendidikan supaya terbuka kepada publik, diminta lebih kreatif dan produktif, sehingga pendidik dan peserta didik memiliki kualitas, bisa bersaing hadapi kemajuan zaman.

Hal itu diutarakan empat juru bicara fraksi (PDI-P, Gerindra, Hanura, Gerindra dan NasDem) di DPRD pada rapat paripurna di Gedung Harungguan, Senin (26/4), menyikapi LKPj Wali Kota Pematangsiantar tahun 2020.

Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan Ferry SP Sinamo mengutip instruksi Mendikbud untuk tahun ajaran 2021-2022, sudah diberikan kewenangan kepada pemerintah daerah, melakukan sekolah untuk belajar tatap muka. Lantas dipertanyakan, apakah belajar tatap muka bisa dilaksanakan di tingkat SD dan SLTP ?

Fraksi Hanura lewat juru bicaranya, Dedy Putra Manihuruk SH meminta Dinas Pendidikan agar lebih kreatif dan produktif, sehingga pendidik dan peserta didik miliki kualitas, bisa bersaing hadapi kemajuan zaman.

Sementara Fraksi Gerindra melalui juru bicara Netty Sianturi SM mengkritisi keterbatasan fasilitas gedung pendidikan SMP Negeri saat ini untuk menampung siswa SD yang baru tamat di Kota Pematangsiantar.

Terkait hal itu, Fraksi Gerindra kepada Dinas Pendidikan melalui wali kota agar menanggapi dan memberikan solusi atas kondisi penampungan siswa SD Negeri yang baru tamat, sembari memberi alasan, sangat prihatin bagi keluarga tidak mampu melanjutkan anaknya ke sekolah swasta.

Sedangkan juru bicara Fraksi Partai NasDem, Janiapoh Saragih mengkritisi target perolehan akreditasi A sebesar 35 persen kualifikasi pendidikan SD/SMP, dinilai capaian realisasi yang minim hanya sebesar 13,58 persen.

Persoalan masih minimnya akreditasi di sekolah SD/MI, faktor penyebab utama adalah, belum terpenuhinya fasilitas dan kualifikasi guru di sekolah, sembari mengumbar contoh bukti persentase guru tersertifikasi tingkat SD masih sebesar 52,30 persen dari sasaran target 100 persen. (D1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com