50 Tahun Tak Diperhatikan, Kantor Lurah Binjai Serbangan Asahan Kumuh dan Reot

* Suwanto: Semua Fasilitas Kantor Milik Pribadi dan Kredit

146 view
Foto: SIB/Mangihut Simamora
BOLONG: Lurah Binjai Serbangan Suwanto menunjukkan asbes kantornya yang sudah tua dan berbolong.  Begitu juga kursi panjangnya yang sudah lapuk dimakan usia dan seharusnya diganti dengan yang baru, Jumat (16/10).
Asahan (SIB)
Kurang lebih 50 tahun tak mendapat perhatian, kantor Lurah Binjai Serbangan Kecamatan Air Joman tampak kumuh dan reot. Selain bangunan yang sudah tua, terlihat asbes rusak dan bolong akibat rembesan air hujan yang masuk dari seng rusak.

“50 tahun lalu sewaktu saya masih sekolah dasar, begitu bangunannya, sekarang begini juga. Bahkan kursi panjang masih sama, sudah lapuk dimakan usia,” ungkap Suwanto, Lurah Binjai Serbangan, yang mengaku anak setempat.

Lanjut Suwanto, karena sudah dimakan usia, apabila turun hujan, maka lantai kantor akan mengalami genangan air akibat seng yang sudah lapuk tidak mampu menampung air hujan. “Jika hal itu terjadi, melepas sepatu menjadi kewajiban ketika masuk kantor. Memang sudah nasib kamilah,” ujarnya.

Mirisnya lagi sebut Suwanto, tidak hanya bangunan tetapi turut sarana maupun fasilitas kantor Lurah Binjai Serbangan luput dari perhatian. Semua fasilitas kantor, ada yang miliknya pribadi dan sisanya merupakan barang kredit.

“Tempat duduk saya dan kursi tamu, saya bawa dari rumah. Kalau tidak, mau di mana saya dan warga yang datang duduk. Sedangkan lemari, meja dan komputer serta yang lainnya adalah barang kredit. Sampai sekarang masih kredit,” ucapnya.

Menurut Suwanto, kondisi ini sangat tidak sebanding dengan jumlah penduduk di Kelurahan Binjai Serbangan yakni kurang lebih 7 ribu KK di sebaran 15 lingkungan. Akibatnya, banyak warga yang tidak bisa terlayani dengan maksimal . Karenanya, dia berharap kondisi mereka (kantor lurah Binjai Serbangan, red) bisa diperhatikan.

“Memang rencananya tahun ini kantor ini diperbaiki dan telah dianggarkan kalau tidak salah Rp 700 juta. Namun, karena Covid-19, proyek dipangkas sehingga perbaikan tidak jadi dilakukan,” katanya.

Ibarhim, salah seorang warga mengatakan sangat menyayangkan kondisi kantor Kelurahan Binjai Serbangan tersebut. Dirinya mengalami kendala ketika mengurus administrasi anaknya yang hendak melangsungkan pernikahan.

“Bagaimana nggak terkendala, komputernya 1 sementara warga yang datang untuk melakukan kepengurusan banyak,” ujarnya. (A02/A05/d)

Penulis
: Redaksi