54 Guru dan Tendik SMAN 1 Badar Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka


297 view
54 Guru dan Tendik SMAN 1 Badar Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka
Foto :SIB/Armentoni Munthe
Foto Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara  Jufri RM SPd MSi, saat menyampaikan sambutan dan arahanya, pada acara pembukaan workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, di Ruang Guru SMAN  1 Badar, Selasa (5/12).
Kutacane (harianSIB.com)
Sebanyak 54 guru dan tenaga pendidik (Tendik) SMAN 1 Badar, mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka di ruang guru sekolah setempat, Selasa (5/12/2023).
Kegiatan yang digelar selama dua hari itu, dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara Jufri RM SPd MSi. Sementara selaku pemateri diundang Kepala Sekolah SMAN 2 Badar Abdul Halim SPd M.Hum.
Ka SMAN 1 Badar Dra Nelly Ernita dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari Workshop ini, agar seluruh jajaran SMAN 1 Badar mengetahui apa itu kurikulum merdeka.
"Kita harus mengetahui ada apa di dalamnya, apa yang harus kita lakukan, bagaimana caranya dan apa konsekwensinya" kata Nelly.
Ia berharap kepada seluruh guru dan tendik selaku peserta Workshop, agar lebih antusias, lebih serius mengikuti kegiatan ini sehingga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara Jufri RM SPd MSi dalam sambutannya mengatakan, langkah pertama agar kurikulum merdeka ini bisa terimplementasikan di SMAN 1 Badar ini, tentunya harus tahu dulu apa itu kurikulum merdeka.
Setelah paham, apakah kita mau menerapkannya, inilah yang paling sulit, karena didukung faktor kesadaran diri dan hak.
Dikatakannya, mengajar itu lebih mudah dari pada membina dan mendidik, mengajar itu indikatornya tahu, dari tidak tahu menjadi tahu, maka sukseslah tentang mengajar.
Sementara membina dan mendidik, disana ada karakter siswa, sopan santun dan etika siswa. Bagaimana mungkin kita bisa mendidik etika, sopan santun dan akhlakul karimah, kalau kita sendiri tidak sedikitpun paham. Bagaimana mungkin kita bisa mengajar kalau kita sendiri tidak pernah belajar.
"Membahas inilah yang dibutuhkan seribu satu trik, seribu satu metode, seribu satu cara yang masuk dalam kurikulum merdeka yang sedang diterapkan saat ini, semua cara tadi kalau didukung dengan keikhlasan pasti akan berhasil," pungkasnya. (**)

Penulis
: Armentoni Munthe/Koran SIB
Editor
: Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com