6 Bulan Dana Mobilisasi Vaksinasi Covid-19 Belum Diterima Nakes Labusel


180 view
6 Bulan Dana Mobilisasi Vaksinasi Covid-19 Belum Diterima Nakes Labusel
pixabay.com/EmAji
Ilustrasi.
Kotapinang (SIB)
Sejumlah pemuka masyarakat Kotapinang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) berempati kepada tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan vaksinasi Covid-19. Masyarakat ingin Pemkab Labusel di bawah kepemimpinan Pj Bupati Alfi Syahriza ST, MEng, SC bersama Pj Sekda Fuadi dan Kadis Kesehatan dr Faisal Harahap peduli terhadap tenaga kesehatan (Nakes).

“Pemkab Labusel seharusnya memberikan perhatian dan rasa empati kepada tenaga kesehatan, karena merekalah yang berhadapan langsung dengan pelaksanaan penyuntikan vaksin maupun kepada pasien Covid-19. Pastikan semua hak mereka terpenuhi, baik menyangkut perlindungan kesehatan, jam kerja terutama soal dana mobilisasi vaksinasi Covid-19,” kata H Salim Doha Harahap, pemuka masyarakat Kotapinang kepada SIB, Rabu (30/6).

Dia menyebut, seiring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Labusel banyak para tenaga kesehatan yang berasal dari Puskesmas dan RSUD Kotapinang mengalami kelelahan, minim istirahat. Bahkan, para Nakes tidak jarang mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari para pasien atau kerabat keluarga lain.

“Pemerintah daerah, provinsi dan pusat harusnya surplus empati pada kondisi yang tengah dihadapi tenaga kesehatan. Jangan sampai terjadi penyalahgunaan anggaran Covid-19 di Labusel. Dari Januari hingga akhir Juni 2021 atau enam bulan lamanya dana mobilisasi vaksinasi Covid-19 tidak ada diperoleh para tenaga kesehatan, padahal, beban kerja Nakes dinilai berlebihan,” ujar H Salim.

Dia mengharapkan agar dana mobilisasi vaksinasi Covid-19 untuk para tenaga kesehatan segera dapat diberikan. “Berapalah anggaran mobilisasi itu belum tentu setimpal dengan pengorbanan pada Nakes, keringat, air mata bahkan nyawa dalam membantu penanganan vaksinasi dan pengobatan pasien Covid-19,” jelasnya.

Belum Dijawab
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dr Faisal tidak bisa dikonfirmasi. Hingga Rabu (30/6) petang, dr Faisal tidak berada di kantornya ketika akan dikonfirmasi langsung. Demikian juga dikonfirmasi melalui sambungan whatsapp terkirim tidak dibalas. Sedangkan Kepala Bidang Dinkes Labusel, Dewi Syahriani dihubungi melalui whatsapp menjawab akan segera menyampaikan beberapa pertanyaan yang diajukan wartawan terkait berapa anggaran untuk mobilisasi vaksinasi dan suplai obat-obatan Covid-19. Alkes dan dana insentive para tenaga kesehatan yang hingga enam bulan berjalan belum juga diberikan kepada para tenaga kesehatan.

Pj Sekda Labusel, Fuadi dikonfirmasi mengatakan sudah meneruskan kepada Kadinkes Labusel agar menjawab dan menjelaskan pemakaian anggaran penanganan Covid-19 secara terbuka kepada publik. “Sudah saya sampaikan bang, semestinya Kadinkes bisa menjawabnya,” ujar Pj Sekda, Fuadi lewat pesan whatsapp. (E3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com