6 Tahun Sawit Masyarakat di Sei Kepayang Dikuasai Preman, Kini Bisa Kembali Dipanen


1.207 view
6 Tahun Sawit Masyarakat di Sei Kepayang Dikuasai Preman, Kini Bisa Kembali Dipanen
Foto : harianSIB.com/Regen Silaban
WAWANCARAI :  Sejumlah warga menyampaikan terima kasih kepada Lanal TBA yang telah memberantas sekelompok premanisme dari areal lahan masyarakat, di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, ketika diwawancarai harianSIB.com, Rabu (16/6/2021).
Sei Kepayang (harianSIB.com)

Setelah 6 tahun dikuasai sekelompok preman, tanaman sawit seluas 464 hektare di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, kini bisa dipanen masyarakat selaku pemilik tanaman sawit tersebut.

"Berkat bantuan Lanal TBA, hari ini kami bisa menguasai lahan kami dan bisa memanen sawit kami sendiri, setelah 6 tahun lamanya tidak bisa kami panen karena dikuasai sekelompok preman," kata Budiman Nainggolan, didampingi Serpi Rukiyah Marpaung dan Boru Sinurat, sejumlah masyarakat pemilik lahan ketika ditemui harianSIB.com, Rabu (16/6/2021).

Diceritakan Budiman, selama ini lahan sawit mereka telah dikuasai sekelompok preman. Padahal, mereka telah memiliki alas hak berupa surat tanah atas tanah tersebut yang diterbitkan pemerintah setempat.

"Tanaman sawit ini kita yang menanamnya, tapi selama ini dikuasai dan dipanen sekelompok preman. Namun, berkat bantuan Lanal TBA yang mengusir preman itu, kami sudah bisa memanen hari ini. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Lanal TBA yang telah membantu masyarakat yang selama ini terzholimi atas hak kami," ucap Budiman.

Masyarakat juga berharap, ke depan tidak ada lagi aksi serupa dari sekelompok premanisme yang mengambil hak masyarakat di wilayah Sei Kepayang Asahan.

Danden Pom Lanal TBA, Lettu Laut (PM) Zailani kepada harianSIB.com mengatakan, pihaknya turun membantu masyarakat atas surat permohonan dari Pospera yang mewadahi aduan warga untuk membantu masyarakat agar dapat memanen sawit di lahannya sendiri. Karena berdasarkan informasi, sudah 6 tahun sekelompok preman menduduki lahan yang seyogianya milik masyarakat.

"Dari data yang kita himpun, masyarakat telah memiliki surat tanah atas lahan tersebut. Dan masyarakat itu sendiri juga yang menanam sawit untuk peningkatan perekonomian dan selama ini juga masyarakat telah membayar pajak ke pemerintah atas tanah tersebut. Namun, selama ini dikuasai sekelompok preman," ucap Danden Pom Zailani.

Zailani yang juga sebagai Perwira Staf Pembinaan Potensi Maritim (Paspotmar), menjelaskan bahwa, sesuai Pasal 9 UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI, kewenangan Angkatan Laut memiliki tugas pokok dan fungsi yaitu untuk pembinaan potensi maritim salah satunya di bidang keamanan dan pertahanan, juga program pemberdayaan ketahanan pangan.

"Sehingga atas kewenangan itu, kita menyahuti permohonan bantuan dari masyarakat di wilayah kemaritiman Lanal TBA dengan tujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat atas aksi premanisme. Hal ini juga sesuai instruksi Presiden RI agar menindak tegas para premanisme yang menggangu keamanan di NKRI ini. Kami memiliki tugas untuk membantu masyarakat yang terzholimi khususnya dalam peningkatan perekonomian di wilayah maritim Lanal TBA," pungkasnya. (*)

Penulis
: Regen Silaban
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com