77 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Maligas Tongah Dambakan Air Bersih Dari PDAM Tirta Lihou Simalungun

* Catatan: Roida Siahaan Wartawan SIB

199 view
77 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Maligas Tongah Dambakan Air Bersih Dari PDAM Tirta Lihou Simalungun
Foto : Ist/harianSIB.com
Veteran RI Ahmad Sopian.

Nagori Maligas Tongah Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, terletak di sebelah Timur Kota Pematangsiantar.


Jarak kota tersebut ke Maligas Tongah lebih kurang 20 Km.


Desa ini dihuni lebih kurang 3000 jiwa. Penduduk Maligas Tongah mayoritas bertani. Dihuni suku Jawa dan Batak Toba yang selalu hidup rukun dan damai.


Kerukunan tersebut dapat dilihat apabila ada pesta dan kemalangan. Jika ada orang Batak yang meninggal dunia sudah tua (saur matua) , tampak kaum ibu suku Jawa datang melayat dengan mengenakan ulos Batak dan menjunjung tandok (sumpit) berisi beras.


Begitu juga sebaliknya, jika suku Jawa mengadakan pesta atau hajatan,kaum ibu dan bapak suku Batak juga datang berbondong-bondong mengikuti acara pesta tersebut. Sampai sekarang begitulah kehidupan warga di Nagori Maligas Tongah yang penuh dengan kedamaian.


Nagori Maligas Tongah mempunyai lima dusun yakni Dusun I Kampung Jawa, Dusun II Timbaan Nauli, Dusun III Simpang Tolu, Dusun IV Jaya Parmonangan dan Dusun V Sidoarjo. Kini Nagori Maligas Tongah dipimpin Pangulu (Kepdes) Wardiono SSy yang masa jabatannya akan berakhir Agustus 2022 ini.


Terkait putra dan putri dari Nagori Maligas Tongah sudah banyak yang berhasil menjadi sarjana. Bahkan salah satu putra terbaik adalah Dr H Novri Ompusunggu SHMH yang saat ini duduk sebagai Anggota Komisi III di DPR- RI Jakarta.


Kemudian ada tiga dokter yakni dr Sudung Sinaga, dr Halty Boru Hutauruk dan dr April Ompusunggu. Kemudian banyak juga tenaga medis seperti bidan dan perawat, para guru serta sejumlah polisi dan tentara.


Bahkan di nagori ini masih ada pejuang kemerdekaan yang masih hidup yakni Ahmad Sopian (91). Veteran yang lahir di Dusun Sidoarjo tersebut ketika dikunjungi SIB baru-baru ini di rumahnya berpesan, agar generasi penerus bangsa bisa meneruskan cita-cita perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan Kemerdekaan NKRI.


"Sebagai generasi penerus bangsa ini harus bisa meneruskan perjuangan, karena pahlawan yang telah gugur di medan perang sudah membuka pintu gerbang kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Untuk itu isilah kemerdekaan ini dengan menjaga keutuhan NKRI," harap Veteran Ahmad Sopian. Ia mengungkapkan, hingga sekarang masih menerima tunjangan veteran sebesar Rp 2,5 juta dari pemerintah.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com