Tim Penilai Hukum Dibentuk

ASN Disdik Asahan Selingkuh Dalam Mobil Terancam Dipecat


399 view
Foto Dok/Nazaruddin Siagian
Nazaruddin Siagian
Kisaran (SIB)
Pemkab Asahan telah membentuk Tim Penilai Hukum terkait 2 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pendidikan (Disdik) yakni Zul (37) dan Ha (39) merupakan pasangan selingkuh yang ditemukan pingsan dengan kondisi nyaris bugil di Jalan Umum dekat Pabrik Benang Kisaran, terancam dipecat atau dihukum pemberhentian dengan tidak hormat.

“Bisa dipecat,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Asahan Nazaruddin Siagian menjawab SIB di ruang kerjanya, Selasa (3/11) saat ditanyakan apakah terhadap 2 ASN bisa dikenakan hukuman pemecatan.

Dijelaskan Nazaruddin, sebagai keseriusan Pemkab Asahan telah dibentuk Tim Penilai Hukum yang terdiri dari Sekda, Inspektorat, Asisten III, BKD, Kabag Hukum dan Dinas Pendidikan. “Langkah ini guna menindaklanjuti keputusan dari Inspektorat yang telah merekomendasikan kepada keduanya berupa hukuman disiplin tingkat berat.

Lanjutnya, Tim Penilai Hukum nantinya akan melakukan penilaian berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat, yang kemudian mengeluarkan rekomendasi. “Apa yang kita sampaikan judulnya tetap rekomendasi, karena keputusan di tangan bupati,” ujarnya lagi.

Ditambahkannya, menyangkut mereka (Zul dan Ha, red) pihaknya telah melakukan pemotongan gaji. Hal ini sesuai UU Nomor 14 Tahun 2104 dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen kepegawaian.

“Artinya begitu keduanya ditetapkan sebagai tersangka, mereka hanya menerima separuh gajinya. Kita menunggu perkembangan selanjutnya, jikalau dihukum dipecat maka hak kepegawaiannya langsung distop,” katanya.

Sebelumnya diberitakan SIB, Inspektorat Kabupaten Asahan telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap dua ASN di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Asahan berinisial Zul (37) dan Ha (39) merupakan pasangan selingkuh dan ditemukan pingsan dengan kondisi nyaris bugil di Jalan dekat Pabrik Benang Kisaran.

Hasil atau rekomendasinya adalah hukuman disiplin tingkat berat. Sanksi hukuman disiplin tingkat berat bisa berupa pemberhentian dengan tidak hormat, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun dan pembebasan dari jabatan. Kasus ini juga telah disidangkan di PN Kisaran dalam persidangan Rabu (23/9) dan hakim menjatuhkan hukuman penjara untuk Zulkifli 6 bulan, sedangkan Hazijah 5 bulan. (A02/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com