Dirjen Yankes Kemenkes RI Kunjungi RS Pirngadi dan RS Adam Malik

Abdul Kadir Sebut Banyak Kekurangan dalam Pelayanan dan Penanganan Stunting


94 view
Abdul Kadir Sebut Banyak Kekurangan dalam Pelayanan dan Penanganan Stunting
(Foto: harianSIB.com/Leo Bukit)
ULOS : Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan MKes SpPD Finasim menyematkan ulos kepada Dirjen Yankes RI, Prof Dr H Abdul Kadir PhD SpTHT-KL (K) MARS saat tiba di RSUD Dr Pirngadi Medan, Rabu (24/11). 
Medan (SIB)
Direktur Jenderal Pelayanan dan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Dirjen Yankes) RI, Prof Dr H Abdul Kadir PhD SpTHT-KL (K) MARS melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Pencegahan dan Penanganan Stunting di RSUD Dr Pirngadi Medan, seperti dikutip dari harianSIB.com, Rabu (24/11).

Dalam Monev itu, H Abdul Kadir didampingi Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) dan timnya disambut langsung Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan MKes SpPD Finasim dan jajarannya.

Setelah melihat sejumlah fasilitas rumah sakit, Abdul Kadir menjelaskan kehadirannya ke rumah sakit milik Pemko Medan itu untuk melihat langsung kesiapan RS Pirngadi menangani pasien stunting.

"Kunjungan kami ke mari melihat langsung bagaimana pelaksanaan Posyandu dalam menangani stunting. Misalnya bagaimana pengukuran berat dam tinggi badan yang dilaksanakan Posyandu, apakah menggunakan alat parameter yang benar atau tidak benar. Bagaimanapun mereka mencatatkan kasus stunting di Kartu Menuju Sehat (KMS) sehingga demikian didapatkan status bahwa anak itu mengalami stunting, gizi kurang dan lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan, jika ada stunting ataupun gizi kurang, Posyandu merujuk ke Puskesmas, kemudian Puskesmas merujuknya ke RS Pirngadi. "Itu tujuan utama kami datang ke Medan ini," ucapnya.

Setelah melihat langsung salah satunya di Posyandu Puskesmas Binjai, Kota Medan, ia menemukan bahwa masih banyak kekurangan dalam pelayanan dan penanganan stunting ini terutama sarana dan prasarana.

"Kami melihat alat ukur yang digunakan itu masih kurang. Di situ masih menggunakan timbangan yang skalanya sudah tidak terbaca, pengukuran tinggi badan juga sudah tidak memenuhi standar kemudian juga membuat pelaporan masih belum benar. Jadi kita harapkan ke depan ada perbaikan," tegasnya.

Ia menyebut, pihaknya sudah memberi bantuan beberapa alat bantu ukur, timbangan dan lainnya. Hanya saja dibandingkan dengan bantuan Kemenkes dari jumlah Posyandu yang ada, itu tidak seimbang. "Kita berharap Pemda setempat mengambil alih tanggung jawab itu dan berharap menggunakan anggaran untuk mengoptimalkan untuk perbaikan sarana dan prasarana Posyandu," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, ia membeberkan jumlah stunting di Indonesia masih tinggi yakni sekitar 28 persen dari usia balita. Kasus stunting ini paling banyak di Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat dan Sulawesi Barat. Sedangkan di Kota Medan kasusnya cukup bagus. "Tidak tinggi seperti daerah lain, stunting ini kan ada kaitannya dengan kemampuan masyarakatnya juga," ucapnya.

Menurutnya, penyebab terbesar kasus stunting ini dengan faktor pendidikan masyarakat dan pengetahuan orangtua, misalnya memberikan gizi yang cukup kepada anak balita dan faktor ekonomi. "Harapan kita terhadap RS Pirngadi ini siap jika terdapat kasus stunting dan harus dirawat di rumah sakit ini," sebutnya.

Sementara dr Suryadi Panjaitan mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik buat pasien stunting. Kini pihaknya merawat seorang pasien stunting berusia tiga bulan warga Medan Amplas.

"Kita saat ini memberikan pelayanan kesehatan yang baik dengan memberikan nutrisi dan tindakan pelayanan kesehatan lainnya agar tumbuh kembangnya menjadi membaik," ucap Suryadi Panjaitan yang juga menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan ini.

Usai dari RS Pirngadi, Abdul Kadir dan rombongan menyempatkan diri berkunjung ke RSUP H Adam Malik. Dalam kunjungannya tersebut, Dirjen Yankes meninjau beberapa pelayanan di RSUP H Adam Malik, antara lain Radioterapi, Radiologi, Ruang Isolasi Tekanan Negatif Rindu A2 dan Instalasi Gawat Darurat.

Pada kesempatan itu, Dirjen Yankes menyampaikan arahan Menteri Kesehatan (Menkes) terkait transformasi kesehatan yang menjadi salah satu program Menkes dalam memperbaiki wajah sektor kesehatan di Indonesia.

“RS Adam Malik harus menjadi pusat rujukan regional, apa indikatornya, kalau sudah ada pasien dari Penang masuk ke RS Adam Malik, bukan sebaliknya,” jelas Abdul Kadir sembari mengimbau peningkatan riset di bidang kesehatan dan kewajiban mengampu rumah sakit jejaring.

Dirjen Yankes juga menyempatkan diri berdiskusi tanya jawab dengan para tenaga kesehatan yang hadir di Aula Gedung Administrasi, lantai 3. Dalam kunjungan ini, Dirjen Yankes disambut Direktur Utama RSUP H Adam Malik dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K), dengan didampingi Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang DR dr Fajrinur MKed (Paru) SpP (K).

Kemudian, Direktur SDM, Pendidikan dan Umum Drs Jintan Ginting Apt MKes, serta Direktur Perencanaan, Keuangan dan BMN Supomo SE MKes. Selain itu, hadir pula para guru besar, koordinator, sub koordinator, kepala instalasi, beserta seluruh manajemen rumah sakit Kelas A ini. (SS6/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com