Akses Masuk Ditutup, Puluhan Pedagang Pekan Lelo Sei Rampah Protes


144 view
Akses Masuk Ditutup, Puluhan Pedagang Pekan Lelo Sei Rampah Protes
(Foto SIB/Bonny Sembiring)
PROTES : Puluhan pedagang Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Sergai saat melakukan protes keras lantaran akses menuju lokasi pasar tersebut ditutup oleh Tim Gabungan Satgas Covid-19 Sergai, Minggu (29/8).
Sergai (SIB)
Puluhan pedagang Pekan Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, melakukan aksi protes lantaran akses masuk menuju lokasi pasar tersebut ditutup oleh Tim Gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Minggu (29/8) siang.

Pantauan SIB di lapangan, situasi ricuh berawal saat Tim Satgas tiba-tiba menutup akses menuju Pekan Lelo, menggunakan traffic block. Kemudian, petugas juga melakukan pemeriksaan test swab antigen dan meminta surat vaksin bagi pedagang Pekan Lelo.

Kondisi tersebut langsung memicu kemarahan para pedagang yang sudah sempat membuka lapak dagangannya di dalam lokasi pasar dan bergegas membuka traffic block secara paksa.

Luapan emosi para pedagang itu pun membuat Tim Satgas Covid-19 tidak mampu berbuat apa-apa. Bahkan, mereka sempat mendatangi Camat Seirampah Nasaruddin Nasution yang sedang berada di lokasi untuk mempertanyakan kenapa akses ke area Pekan Lelo ditutup.

"Tolong pak Camat, kami mau jualan untuk cari makan. Tapi, kenapa jalur masuk ke Pekan Lelo ditutup ?," ujar salah seorang pedagang bernama Nita.

"Penutupan akses ini untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. Pedagang yang mau masuk berjualan wajib mengikuti swab antigen. Apabila hasilnya negatif, baru boleh berdagang," ucap Nasaruddin.

Tak puas dengan jawaban Camat Seirampah itu, para pedagang kembali menemui Kadis Perindagsar Sergai, Karno Siregar. Di situ, pedagang meminta penjelasan dari Kadis Perindagsar terkait adanya upaya pelarangan berjualan di Pekan Lelo.

"Masalahnya apa pak, kok kami tidak diperbolehkan jualan. Jangan pilih kasih dong. Kalau pemerintah minta retribusi, kami siap memberikannya. Bukan seperti ini caranya," teriak pedagang yang didominasi kaum ibu-ibu itu.

Pedagang lainnya yang mengaku Boru Manurung kepada wartawan mengatakan, dirinya sudah 9 tahun lebih berdagang di Pekan Lelo. Tapi, kenapa baru sekarang pemerintah menutup akses pedagang dan masyarakat ke Pekan Lelo dengan dalih khawatir menjadi tempat klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kok baru sekarang ditutup. Lucu sekali mereka (Satgas Covid-19) yang berdalih takut karena dapat menjadi tempat klaster baru penyebaran wabah virus corona," bebernya.

Menanggapi hal tersebut, Nasaruddin Nasution menyatakan, pihaknya tidak melarang pedagang untuk berjualan. Namun, pada hari ini dilakukan operasi PPKM Mikro dan pendirian pos bagi para pedagang serta pengunjung untuk dilakukan test swab antigen serta vaksin kedua oleh Dinas Kesehatan Sergai. Bagi pedagang yang hasilnya negatif, dipersilahkan membuka lapak dagangannya.

"Langkah-langkah ini diambil karena saat ini Sergai masuk ke dalam zona orange dan penyebaran Covid-19 dinilai mulai meningkat. Sehingga, kalangan pedagang diharapkan mau mengikuti test swab antigen dan vaksin kedua, demi memutus mata rantai penularan Covid-19, khususnya di Kecamatan Seirampah yang kini berada di zona kuning," ungkapnya.

Sementara, Karno Siregar menyebut, kehadirannya ke lokasi pasar itu untuk memantau pelaksanaan test swab antigen kepada puluhan pedagang yang berjualan di Pekan Lelo.

"Saya berharap, seluruh pedagang Pekan Lelo ikut test swab antigen. Sehingga nantinya, tidak tercipta klaster baru penyebaran Covid-19," katanya. (C4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com