Al-Uois Desak Pemkab Labuhanbatu Tutup Tempat Hiburan Malam dan Maksiat


141 view
Foto: Dok/Al-Uois
TEMPAT MAKSIAT: Aliansi Ummat dan Ormas Islam (Al-Uois) Labuhanbatu menemukan tempat maksiat di Gang 2 Jalan Imam Bonjol Rantauprapat beroperasi di bulan suci ramadan, saat patroli, Selasa (27/4) tengah malam hingga Rabu (28/4) dini hari dan diamankan pihak kepolisian. Al-Uois mendesak Pemkab Labuhanbatu menutup tempat hiburan malam dan maksiat yang masih beroperasi di seputar kota Rantauprapat.
Rantauprapat (SIB)
Aliansi Ummat dan Ormas Islam (Al-Uois) mendesak pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menertibkan tempat hiburan malam dan maksiat yang masih beroperasi di seputar kota Rantauprapat. Desakan disampaikan karena Al-Uois menemukan sejumlah tempat maksiat beroperasi, meski bulan ramadan saat mereka melakukan patroli di Jalan Imam Bonjol Gang 2 Kelurahan Rantauprapat Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (27/4) tengah malam hingga Rabu (28/4) dini hari.

Agenda kunjungan tersebut sudah direncanakan dengan matang. Saat mengunjungi tempat maksiat di Gang 2, seorang anggota Kumpulan Pemuda Akhir Zaman (KUPAZ) menyamar sebagai pelanggan dan membuktikan aktivitas prostitusi beroperasi walau saat ini bulan suci ramadan.

"Selain itu, kawan-kawan Al-Uois setiap malam memantau situasi di wilayah tersebut dan terbukti praktik-praktik maksiat masih terjadi. Oleh karenanya Al-Uois turun beramai-ramai dan menghubungi pihak Polres Labuhanbatu agar mengamankan tempat maksiat tersebut," kata Ketua KUPAZ Labuhanbatu, Ustadz Tengku Muhammad Alfan, Rabu (28/4).

Malam itu katanya, Ustadz Muhammad Baqi dari Ibnu Sabil yang juga hadir, menyampaikan harapan Al-Uois ke pihak Polres Labuhanbatu agar menertibkan tempat maksiat.

Kepala Satpol PP belum bisa melakukan tindakan, karena Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum membuat statemen tempat tersebut melanggar aturan.

"Padahal rapat mengenai hal ini sudah dua kali. Pertama, bulan Februari dan ke dua awal April ini. Bahkan Pemkab berjanji membuat tim gabungan. Tapi sudah hampir tiga bulan belum ada realisasi. Kita juga sudah menyurati Pemkab yang ditembuskan ke Polres, Dandim dan Ketua DPRD, tapi belum ada tanggapan,” ungkapnya.

Saat tim Polres turun ke lokasi, seluruh peserta membubarkan diri setelah menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke Polres. Al-Uois juga masih menunggu komitmen Pemkab menutup tempat hiburan malam dan maksiat. (E5/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com