Alasan Alat Rusak, Pasien yang Sempat Dibius Tidak Jadi Dioperasi di RSUD Sidikalang


4.381 view
Alasan Alat Rusak, Pasien yang Sempat Dibius Tidak Jadi Dioperasi di RSUD Sidikalang
Foto : Dok/ Sihombing
Di ruang Operasi: Pasien Aria Raja Sianturi saat mendapat penanganan di ruang operasi RSUD Sidikalang, Senin (18/10/2021) sekira pukul 19.00 WIB. Selanjutnya,  dilarikan ke salah satu RS di Medan.
Direktur RSUD Sidikalang, dr Sugito Panjaitan Membenarkan Alat Rusak

Sidikalang (harianSIB.com)

Aria Raja Sianturi (10) seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang, Senin (18/10/2021) sekira pukul 19.00 WIB tidak jadi dioperasi. Padahal di ruang operasi, ia sempat dibius. Selanjutnya, si pasien harus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Medan tanpa surat rujukan dari RSUD Sidikalang. Kejadian ini membuat keluarga pasien dan masyarakat yang mengetahui kejadian ini marah.

Hal ini disampaikan keluarga pasien Parlindungan Sihombing (48), kepada jurnalis koran SIB Edison P. Malau Selasa (19/10/2021) di Sidikalang.

Diuraikannya, Minggu (17/10/2021) masuk RSUD karena mengalami sakit pada bagian perut, selanjutnya difoto dan didiagnosa infeksi usus. Keluarga disarankan untuk rawat inap, selanjutnya dipindahkan ke ruang Melur.

Dilanjutkannya, petugas medis belum puas dengan hasil diagnosa yang sudah dilakukan, sehingga disarankan kembali cek darah Senin (18/10/2021) di Pratami. Setelah menerima hasil pengecekan darah, disarankan untuk melakukan operasi bagian perut dan pasien disuruh puasa hingga pukul 17.00 WIB.

“Dokter yang menangani datang sekira pukul 19.00 WIB. Pasien sudah dibawa masuk ke ruang operasi. Berselang 1 jam, dokter keluar dari ruangan dan menyebutkan alat operasi rusak,” ujar Sihombing mengeluh.

Ditambahkanya, disarankan pasien untuk dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan. Akhirnya, keluarga melakukan protes dan suasana menjadi ricuh.

“Pasien yang sedang kritis kami larikan ke Medan tanpa memiliki surat rujukan. Pada hal, pasien sudah disuntikkan obat bius sebagai persiapan pelaksanaan operasi. Entah karena apa, operasi tidak jadi dilakukan,” tambahnya dan mengaku akan menempuh jalur hukum.

Permasalahan belum berakhir. Setelah menerima perlakuan seperti itu, pihak keluarga kesulitan untuk menemukan ambulance dan perawat yang menemani pasien dan keluarga.

“Kondisi pasien sudah kritis, tapi mereka masih menyarankan menunggu perawat yang masih dalam perjalanan pulang. Bisa jadi ada perawat khusus untuk pasien yang dirujuk, tapi apakah harus kaku dengan kodisi seperti itu,” sebutnya.

Direktur RSUD Sidikalang, dr Sugito Panjaitan yang hendak dikonfirmasi SIB Selasa (19/10/2021) mengaku tidak ada waktu. Ketika diminta konfirmasi melalui pesan elektronik Sugito setuju, namun beberapa kali dihubungi, meminta beberapa waktu lagi. “Sabar, sebentar lagi ya,” ujarnya dari seberang telepon sekira pukul 16.59 WIB.

Sekira pukul 18.36 WIB, Sugito menjawab dan membernarkan adanya kerusakan pada alat. “Pasien dengan diagnosa peritonitis, rencana operasi tetapi dalam persiapan operasi ada gangguan pada alat operasi, maka pasien tidak jadi dioperasi dan pasien dirujuk ke rumah sakit di Medan,” tulisnya.

Ketika ditanyakan, apakah tindakan memberikan suntikan bius kepada pasien tapi tidak jadi operasi tidak menyalahi, Sugito tidak menjawab.

Sementara, informasi lain yang diterima dari keluarga pasien, petugas medis bersedia dan menawarkan membantu pihak keluarga pasien membiayai perobatan pasien yang mencapai ratusan juta rupiah. (*)

Penulis
: Edison P. Malau
Editor
: Robert
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com