Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2021 di Taput Berkurang Dibanding Tahun 2020


279 view
Alokasi Pupuk Subsidi Tahun 2021 di Taput Berkurang Dibanding Tahun 2020
(Foto SIB/Bongsu Batara Sitompul)
DIWAWANCARA : Kadis Pertanian dan Perkebunan Taput, SEY Pasaribu (sebelah kiri) dan Kabid Sarana dan Prasarana, Revansius Nababan (sebelah kanan) saat diwawancarai SIB di kantornya. 
Tapanuli Utara (SIB)
Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengalami penurunan dibandingkan tahun 2020. Sementara penerima pupuk bersubsidi di Kabupaten Tapanuli Utara 33.220 petani dengan 2.300 kelompok tani. Hal itu dijelaskan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Tapanuli Utara, SEY Pasaribu saat diwawancarai SIB di kantornya, Kamis (18/2).

"Usulan penerima pupuk bersubsidi di Taput harus berdasarkan rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) kelompok tani, " jelas Kadis Pertanian dan Perkebunan yang didampingi oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Revansius Nababan.

Ia menjelaskan, untuk Taput areal luas tanam berdasarkan RDKK kelompok tani di tahun 2021 seluas 57.304 Ha dengan kebutuhan kuota pupuk bersubsidi yakni, Urea 10.656,4 ton, Za 899,5 ton, SP 36 sebanyak 1238,1 ton, NPK Ponska 14.700,9 ton dan pupuk organik 11.730,1 ton.

" Namun alokasi pupuk tahun 2021 yang direalisasikan 13.425 ton dengan rincian, Urea 5.200 ton, NPK Ponska 5404 ton, SP 36 sebanyak 1.120 ton, ZA 821 ton dan Organik Granul 880 ton, " paparnya.

Adapun rincian kuota perkecamatan, ia menerangkan, untuk Kecamatan Parmonangan kuotanya 469 ton, Adian Koting 433 ton, Sipoholon 712 ton, Tarutung 822 ton, Siatas Barita 674 ton, Pahae Julu 603 ton, Pahae Jae 697 ton, Purbatua 574 ton, Simangumban kuotanya 632 ton, Pangaribuan kuotanya 1705 ton, Garoga kuotanya 1411 ton, Sipahutar 1411 ton, Siborongborong 1616 ton, Pagaran 797 ton dan Muara kuotanya 839 ton.

" Padahal yang kita usulkan untuk kuota alokasi pupuk tahun 2021 di Taput 16.798 ton dengan rincinan yakni, Urea 5620 ton, NPK Ponska 5850 ton, ZA 2100 ton, SP 36 2200 ton dan organik granul 1028 ton. Namun yang teralisasi alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 sebanyak 13.425 ton, " jelasnya.

Berbeda di tahun 2020, ia mengungkapkan, realisasi alokasi pupuk bersubsidi 15.086 ton dengan rincian yakni, Urea 5.159 ton, NPK Ponska 5460 ton, ZA 1.755 ton, SP 36 sebanyak 1.832 ton dan organik granul 880 ton.

Lebih lanjut dijelaskannya, alokasi pupuk bersubsidi dapat juga dilakukan relokasi sewaktu - waktu. Misalnya relokasi antar kecamatan dalam satu wilayah kabupaten / kota ditetapkan oleh Kadis Pertanian kabupaten / kota. Relokasi dilakukan apabila kekurangan atau kelebihan pupuk pada satu wilayah dengan memperhatikan alokasi yang tersedia dan usulan kebutuhan pupuk.

" Kendala sekarang di lapangan di tahun 2021 ini, distributor malah banyak menambah kios pengecer di Taput. Padahal data sudah dientri di tahun 2020 di Kementerian Pertanian untuk kebutuhan alokasi pupuk bersubsidi ke kios pengecer berdasarkan RDKK kelompok tani. Jadi ke kios pengecer yang baru berdiri, saat ini belum bisa didistribusikan pupuk bersubsidi, " ujarnya

Ia juga menambahkan, kebutuhan alokasi pupuk ke petani harus berdasarkan RDKK kelompok tani. Untuk kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2021, distributor sudah mendistribusikan pupuk bersubsidi ke kios pengecer di awal Februari. Kalaupun nanti ada kekurangan pupuk, Dinas Pertanian dan Perkebunan Taput pasti akan melakukan pengusulan penambahan kuota.

Kemudian Kabid Sarana dan Prasarana, Revansius Nababan juga menambahkan, pendistribusian pupuk bersubsidi dari distributor ke kios pengecer terus dimonitor oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan.

" Tujuannya supaya tepat sasaran langsung kepada petani. Saat ini, setiap petani yang menebus pupuk dari kios pengecer harus menunjukkan identitas dengan kartu tanda penduduk (KTP). Memang kemarin direncanakan memakai kartu tani. Namun karena kartu tani belum dikeluarkan, syarat petani untuk menebus pupuk dari kios pengecer harus menunjukkan identitas dengan KTP, " paparnya.

Ia juga menegaskan, kios pengecer harus menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) tahun 2021 dengan rincian sebagai berikut, Urea Rp 2.250 perkilogram, SP 36 Rp 2.400 perkilogram, ZA Rp 1.700 perkilogram, NPK Ponska Rp 2.300 perkilogram dan Organik Granul Rp 800 perkilogram. (G02/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com