Anggota DPRD Medan Minta Lurah dan Camat Angkat Kepling Sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2017

* Jangan Lagi Melakukan Pola-pola Lama

329 view
Anggota DPRD Medan Minta Lurah dan Camat Angkat Kepling Sesuai Perda Nomor 9 Tahun 2017
Foto Dok
Antonius Tumanggor
Medan (SIB)
Anggota DPRD Medan Fraksi Nasdem Antonius Tumanggor mengatakan, camat dan lurah jangan main-main soal pengangkatan Kepling. Karena semua sudah ada aturannya disahkan DPRD Medan yakni Perda Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pembentukan Lingkungan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan. Kemudian Wali Kota Medan Bobby Nasution sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 21 Tahun 2021 sebagai petunjuk teknisnya.

“Pengangkatan Kepling di Kota Medan ada acuannya yakni Perda. Proses pengangkatan dan pemberhentiannya jelas diatur, baik di Perda maupun Perwal, sehingga tidak bisa lagi sesuka hati lurah maupun camat yang selama ini bisa asal hunjuk kemudian direkomendasikan ke camat dan keluar SK pengangkatan,” kata Antonius kepada wartawan, Minggu (19/9).

Antonius menjelaskan, sebagaimana diatur dalam Perda Nomor 9 Tahun 2017, BAB V, pasal 13 ayat 2, Kepling diangkat camat atas usulan lurah dengan memperhatikan saran atau pendapat yang berkembang dalam masyarakat setempat. Dukungan masyarakat harus jelas, benar-benar warga lingkungan setempat dengan dibubuhi tandatangan disertai KTP.

Wakil Ketua Fraksi Nasdem ini menyontohkan pencalonan Kepling di kawasan Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat semua calon mengaku didukung banyak warga. Calon A mengaku didukung 235 kepala keluarga (KK), calon B dan C juga mengaku didukung ratusan KK. “Semua mengkalim didukung banyak KK, memangnya berapa KK penduduk di lingkungan itu, seolah-olah jumlah penduduk bertambah ketika pencalonan Kepling,” ungkapnya.

Antonius sangat mengapresiasi semangat dan kompetisi warga di lingkungannya pada proses pencarian calon Kepling. Tapi harus mengacu Perda, Perwal yang ditandatangani Wali Kota Medan Bobby Nasution, membuat proses pengangkatan Kepling menjadi terbuka dan sehat. Dengan terbitnya Perwal tersebut, masyarakat Kelurahan Sei Agul mengharapkan pengangkatan Kepling jangan seperti yang lalu-lalu.

"Kami berharap lurah dan camat jangan membuat pola-pola lama dalam mengangkat Kepling, mengaculah kepada Perda dan Perwal agar masyarakat tidak kecewa dengan Kepling terpilih," tuturnya.

Karena, kata Antonius, dalam pengangkatan Kepling selama ini tidak jarang calon yang mendapat dukungan mayoritas masyarakat tapi tidak diangkat Lurah. Justru orang-orang yang tidak dikenal atau tidak disukai masyarakat tapi dipilih jadi Kepling oleh Lurah dan Camat. "Bila nanti ada Kepling diketahui pengangkatannya melanggar Perda, saya di depan siap untuk mengusulkan pemecatannya," tegas Antonius. (A8/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com