Agar Tidak Ricuh di Lapangan

Anggota DPRD Medan Minta Petugas Pahami SE PPKM Darurat


144 view
Anggota DPRD Medan Minta Petugas Pahami SE PPKM Darurat
Foto Dok
Mulia Asri Rambe
Medan (SIB)
Para petugas yang mengawasi jalannya PPKM Darurat diharapkan membekali diri dengan pemahaman tentang Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan, agar tidak menimbulkan kericuhan di masyarakat.

“Kurangnya pemahaman petugas dalam menjalankan dan mengawasi PPKM Darurat ini, bisa berpotensi terjadinya kericuhan,” ujar Anggota DPRD Medan Mulia Asri Rambe atau yang akrab disapa Bayek kepada wartawan, Jumat (16/7).

Dicontohkannya, penutupan lapak-lapak pedagang yang dilakukan oleh tim petugas di lapangan bukan memberikan solusi untuk mengurangi pandemi Covid-19 tapi malah berpotensi terjadinya kericuhan. "Bayangkan saja, pedagang dilarang berjualan. Orang yang lapar gampang tersulut keributan. Tapi mudah-mudahan ini tidak terjadi," ujarnya.

Padahal, menurut Politisi Partai Golkar ini, tidak ada satu butir pun dari SE Wali Kota Medan dan Gubernur Sumut yang melarang pedagang berjualan. Yang dilarang pemerintah itu hanyalah jangan buat kerumunan.

"Berjualan boleh saja, tapi tidak boleh makan di tempat. Makanya, petugas di lapangan harus mengetahui benar-benar implementasi dari SE Wali Kota dan gubernur itu," ujarnya.

Bayek menyarankan, pemerintah bisa mengembalikan kondisi seperti new normal. Dimana, pedagang boleh berjualan asalkan dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Kapasitas pengunjung pun wajib dibatasi.

"Contoh, kapasitasnya 100. Pengunjung yang boleh datang 25 orang. Selain itu, ditempatkanlah petugas untuk memantau bahkan dilibatkan untuk menyusun kursinya sesuai Prokes, sembari memantau jam operasionalnya sampai batas waktu yang ditentukan. Kalau ada yang melanggar, barulah ditutup tempat usahanya itu," jelasnya.

Selain itu, dimintanya kepada pemerintah agar mengedukasi para petugas sebelum diterjunkan ke lapangan. Soalnya, ada beberapa istilah di SE Wali Kota yang mungkin kurang dipahami petugas. Seperti, kata esensial, non esensial, industri orientasi, critical dan lainnya.

Selain itu, terkait penyekatan di sejumlah titik jalan di Kota Medan. Dia menilai kurang bermanfaat dan tak ada kaitannya dengan meminimalisir pandemi Covid-19. Dikatakannya, harusnya penyekatan itu diperketat di perbatasan saja. Seperti perbatasan Medan-Binjai, Medan-Deli Serdang. Bukan malah penyekatan yang diperbanyak di dalam kota. Karena, hal itu malah menimbulkan kerumunan baru.

Begitu juga dengan pemadaman lampu jalan, dinilainya justru berpotensi meningkatnya aksi kriminilitas di Kota Medan. "Ini kan menjadikan Medan terkesan mencekam dan bisa menimbulkan masalah baru, seperti perampokan, begal dan lainnya,” ujarnya.

Atas dasar itu, Bayek sekali lagi meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi kinerja petugas dan meminta kepada para petugas PPKM Darurat agar lebih humanis lagi menghadapi masyarakat. (A12/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com