Banjir Bandang dan Longsor di Parapat

Anggota DPRD Prov Sumut Sarankan Perbukitan Danau Toba Direboisasi dengan Bambu


138 view
Foto: Dok/K Sitanggang
SAMBANGI: Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani menyambangi para korban banjir bandang di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Jumat (14/5).
Parapat (SIB)
Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Simalungun Timbul Jaya Sibarani didampingi Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Roly Souhoka menyambangi para korban banjir bandang di Lingkungan I Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Jumat (14/5)

Radiapoh Hasiholan Sinaga usai meninjau kondisi bencana bajir yang terjadi Kamis (13/5) di Parapat mengatakan Dewi Boru Butarbutar merupakan salah satu korban banjir dari 6 rumah yang kerusakannya mencapai 80 persen dan akan menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk meringankan beban korban.

"Pemerintah Kabupaten Simalungun akan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Parapat," ujar Radiapoh disaksikan Timbul Jaya Sibarani.

Sementara Boru Butarbutar berharap bantuan Pemerintah Kabupaten Simalungun terealisasi agar dapat meringankan beban dirinya untuk membangun rumahnya kembali.

Disarankan Perbukitan Danau Direboisasi
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Prov Sumut) Viktor Silaen dan Gusmiyadi menyarankan pemerintah mereboisasi perbukitan Danau Toba di sepanjang Jalinsum Parapat Wilayah Desa Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dengan menanam pohon bambu karena memiliki akar serabut yang dapat menahan tanah.

"Tanaman Bambu merupakan tanaman berserabut lebat dan pertumbuhannya cepat sehingga layak ditanami di perbukitan sepanjang Jalinsum Parapat Danau Toba khususnya di Dusun Sualan Desa Sibanding yang sudah kritis," ujar Gusmiyadi yang duduk di kursi DPRD Prov Sumut dan Viktor Silaen dari Partai Golkar melalui WA pribadinya, Jumat (14/5).

Silaen dan Gusmiyadi mengatakan, longsor di perbukitan pinggiran sepanjang Jalinsum Parapat wilayah Desa Sibaganding sudah kerap terjadi, namun tampaknya pemerintah belum melakukan langkah bagaimana cara untuk mengantisipasi bencana longsor sehingga tidak berulang-ulang.

"Pemerintah Kabupaten dan Provinsi Sumatera Utara sepantasnya harus memetakan penyebab bencana dengan mencari akar masalahnya mulai dari hulu sampai ke hilir agar penanganan longsor di daerah Parapat dapat dilakukan secara permanen dan memetakan program penanganan jangka waktu panjang," ujar Gusmiyadi dan Viktor.

Menurut mereka, lahan di perbukitan kawasan Danau Toba di wilayah Desa Sibaganding sebagian sudah kritis dan butuh perhatian serius dari pemerintah, karena merupakan akses utama menuju beberapa tujuan destinasi Kawasan Super Prioritas Danau Toba.

"Reboisasi penanaman pohon Bambu merupakan salah satu upaya pencegahan bencana longsor yang berkelanjutan."Kita akan mengusulkan ke Pemerintah untuk memproritaskan penanganan perbukitan Kawasan Danau Toba sehingga tidak terjad longsor," ujar Gusmiyadi.

Viktor menambahkan, dirinya akan meminta pemerintah untuk menggalakkan program reboisasi di perbukitan Kawasan Danau Toba dengan menanam pohon bambu di lahan gundul."Bambu merupakan tanaman yang sangat tepat untuk digunakan dalam upaya perlindungan air, serta restorasi di lahan kritis seperti di perbukitan Danau Toba.

"Selain pertubuhan Bambu cepat, juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan dapat dipanen secara berkelanjutan tampa merusak ekosistem sekitarnya," terang Viktor. (D9/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com