Anggota DPRD SU: Banjir Bandang Parapat "Cambuk" Bagi Aparat Sikat Habis Mafia Hutan


244 view
Anggota DPRD SU: Banjir Bandang Parapat "Cambuk" Bagi Aparat Sikat Habis Mafia Hutan
Foto Dok Firdaus Peranginangin
Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM, dr Poaradda Nababan SpB
Medan (harianSIB.com)

Dua anggota DPRD Sumut secara tegas mengatakan, banjir bandang dan bencana longsor yang terjadi di Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, harus dijadikan "cambuk" bagi aparat penegak hukum dan Dishut (Dinas Kehutanan) Sumut untuk "menyikat" habis mafia perambah hutan.

Penegasan itu diungkapkan Sekretaris FP Demokrat DPRD Sumut Ir Parlaungan Simangunsong ST IPM dan anggota Fraksi PDI Perjuangan dr Poaradda Nababan SpB kepada wartawan, Minggu (16/5/2021) melalui telepon menanggapi terjadinya banjir bandang di Parapat.

"Peristiwa banjir bandang di Parapat seharusnya dijadikan aparat penegak hukum dan Polhut (Polisi Kehutanan) Sumut untuk menangkapi para perambah hutan yang secara terus-menerus memporak-porandakan hasil hutan, tanpa memikirkan akibatnya bagi masyarakat luas," tandas Parlaungan dan Poaradda Nababan.

Poaradda tidak dapat menyembunyikan rasa kesalnya terhadap Dishut Sumut dan Polhut yang selama ini terkesan kurang peduli terhadap keberadaan hutan di Sumut yang tidak henti-hentinya dibabat para perambah hutan, untuk mencari keuntungan pribadi bersama kroni-kroninya, tanpa menghiraukan akan datangnya bencana alam tanah longsor dan banjir bandang.

"Kita patut bertanya, ada apa dengan Dishut dan Polhut Sumut yang tidak pernah kita dengar berhasil menangkap mafia perambah hutan di Sumut. Tapi justru hanya berhasil menangkapi "kroco-kroco" suruhan mafia perambah hutan, sehingga dengan sendirinya setiap detik hutan kita habis dirusak," tegas Poaradda.

Dengan melihat fakta-fakta tersebut, tandas anggota Komisi E ini, sebenarnya yang paling bertanggungjawab atas terjadinya tanah longsor dan banjir bandang di Parapat beserta sejumlah daerah lainnya di Sumut, tidak lain adalah Dishut Sumut dan Polhut yang dianggap telah lalai menjaga kelestarian hutan di daerah ini.

Medan Terancam

Sementara itu, Parlaungan Simangunsong memberi warning bagi masyarakat Kota Medan akan bahaya tanah longsor dan banjir bandang, akibat maraknya aksi perambahan hutan di kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Bukit Barisan persisnya di kawasan hutan Laugedang Kecamatan Sibolangit perbatasan Kabupaten Karo - Deliserdang.

"Jika kawasan hutan Laugedang Sibolangit tidak segera diselamatkan dan dihijaukan dari aksi perambahan hutan, dikuatirkan Kota Medan akan diterjang banjir bandang dan longsor serta sungai-sungai yang membelah Kota Medan akan meluap," tandas Parlaungan.

Berkaitan dengan itu, Sekretaris Komisi D ini mendesak Dishut Sumut untuk segera menggandeng Poldasu dan Kodam I/BB untuk membersihkan para perambah hutan serta oknum-oknum tertentu yang saat ini tengah menguasai ratusan hektar lahan hutan Laugedang, untuk menghindari Kota Medan dari bahaya longsor dan banjir bandang.(*).

Penulis
: Firdaus Peranginangin
Editor
: Robert/bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com