Anggota DPRD SU Desak Dishut Stop Seluruh Aktivitas Eksploitasi Hutan di Kawasan Danau Toba

* Geopark Kaldera Toba Terancam Dicabut Jika Ekologisnya Tidak Terjaga

226 view
Anggota DPRD SU Desak Dishut Stop Seluruh Aktivitas Eksploitasi Hutan di Kawasan Danau Toba
Foto Dok/Rony Reynaldo Situmorang
Rony Reynaldo Situmorang
Medan (SIB)
Anggota DPRD Sumut Rony Reynaldo Situmorang mendesak Dishut (Dinas Kehutanan) Sumut menyetop seluruh aktivitas eksploitasi hutan di Kawasan Danau Toba, baik yang dilakukan oleh perusahaan pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan) maupun seluruh kelompok mafia perambah dan masyarakat.

"Pasalnya, perusakan lingkungan, khususnya kawasan hutan Danau Toba sudah sangat parah, dibuktikan dengan terjadinya banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Parapat. Kondisi hutan di kawasan itu benar-benar sudah kritis," tegas Rony Reynaldo Situmorang kepada wartawan, Minggu (23/5) di Medan.

Berkaitan dengan itu, anggota dewan Dapil Pematang-siantar dan Simalungun ini mengingatkan Dishut Sumut agar bertindak tegas guna menghentikan seluruh aktivitas yang berkaitan dengan eksploitasi hutan, apakah itu yang dilakukan PT TPL, kelompok masyarakat dan mafia hutan, guna menghindari bencana alam susulan.

Anggota Komisi D ini tetap berkomitmen agar peruntukan kawasan hutan, terutama di Kabupaten Simalungun, dikembalikan seperti sedia kala, sesuai status kawasan Danau Toba, dengan nama Geopark Kaldera Toba yang sudah masuk dalam keanggotaan Geopark UNESCO.

"Dengan masuknya Danau Toba dalam keanggotaan Geopark UNESCO, seluruh aspek ekologis merupakan hal yang terpenting untuk dijaga. Tidak ada artinya keindahan Danau Toba, jika ekosistemnya tetap dihancuri," tegas politisi vokal ini.

Atas dasar tersebut, tambah Rony, pihaknya sangat mengapresiasi lembaga legislatif yang spontan membentuk tim investigasi mengusut penyebab terjadinya banjir bandang dan tanah longsor di Parapat dan untuk sementara dihentikan dulu seluruh eksploitasi hasil-hasil alamnya.

Seperti diketahui, tambahnya, status Geopark Kaldera Toba terancam dicabut, jika stakeholdernya tidak bisa menjaga keberadaan ekologisnya yang berada di kawasan yang merupakan unsur penting dalam konsep geopark.

"Semua pihak harus mendukung jerih payah Pemerintah Indonesia dan Pemprov Sumut yang telah berhasil meyakinkan UNESCO, bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Saatnya kita stop aksi penebangan hutan di kawasan Danau Toba," tandas Rony. (A04/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com