Angka Kemiskinan Cukup Tinggi, Penanganan Pemko Medan Dinilai Belum Tepat Sasaran dan Kurang Maksimal


102 view
Angka Kemiskinan Cukup Tinggi, Penanganan Pemko Medan Dinilai Belum Tepat Sasaran dan Kurang Maksimal
Foto: Ist/harianSIB.com
Dhiyaul Hayati SAg MPd

Medan (SIB)

Pemko Medan diharapkan bisa melakukan inovasi dan lebih kreatif untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam hal ini, kecamatan, kelurahan hingga kepala lingkungan harus benar-benar objektif dalam mendata penerima bantuan sosial (Bansos).


"Saat ini angka kemiskinan di Kota Medan cukup tinggi. Butuh kolaborasi pihak kecamatan, kelurahan dan lingkungan untuk lebih cermat melakukan pendataan," ujar Anggota DPRD Medan Dhiyaul Hayati SAg MPd kepada wartawan, Sabtu (25/6) via selularnya.


Disebutkannya, berdasarkan sumber Kemensos RI, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Medan; Ruta 127.283, Keluarga 134.807, Individu 537.570 dengan total penduduk 2.460.858 jiwa menurut data BPS. "Ada 19,364 persen masuk DTKS, dengan bahasa lain masyarakat miskin kota,"ungkapnya lagi.


Politisi PKS ini menilai penanganan yang dilakukan Pemko Medan selama ini belum tepat sasaran dan kurang maksimal dalam menurunkan jumlah warga miskin. Karena saat ini, hampir 20 persen masyarakat miskin di Kota Medan dari jumlah penduduk berkisar 2,4 juta jiwa.


Diharapkannya, Pemko Medan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan upaya agar angka kemiskinan itu dapat diminimalisir. "Misalnya dengan membuat data masyarakat miskin secara detail per lingkungan. Selain itu juga membuat program yang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk pengentasan kemiskinan. Bisa berupa pelatihan kewirausahaan, bantuan modal dan lainnya. Intinya dibuat program yang tujuannya mampu mengentaskan kemiskinan," jelas anggota dewan yang duduk di Komisi III ini.


Dhiyaul berharap adanya kolaborasi beberapa OPD untuk monitoring serta evaluasi program agar anggaran tepat sasaran.


"Saat ini angka kemiskinan di Kota Medan cukup mengkhawatirkan. Ada indikasi lebih banyak masyarakat yang nyaris miskin tidak termasuk dalam DTKS," pungkasnya. (A12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com