Senin, 22 Juli 2024

Angka Stunting Agara 34,1 Persen, Urutan 13 di Aceh

Redaksi - Selasa, 22 November 2022 16:56 WIB
368 view
Angka Stunting Agara 34,1 Persen, Urutan 13 di Aceh
Foto harianSIB.com/ Armentoni Munthe
Foto Bersama: Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri MPd, foto bersama dengan Dandim 0108/Aceh Tenggara Letkol Inf Muhammad Sujoko, Kepala Dinas PPKB dan PPA Budi Afrizal SKM MKM, Bidan dan TP-PKK, pada acara Rapat Koordinasi
Kutacane (harianSIB.com)

Berdasarkan hasil Status Gizi Indonesia (SGI) Tahun 2021, prevalensi Stunting Kabupaten Aceh Tenggara ( Agara) sebesar 34.1 persen, berada di urutan ke -13 di Aceh.

Informasi tersebut disampaikan, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs. Sahidal Kastri MPd pada acara Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Penurunan Stunting Aceh bersama TNI, Bidan dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga(TP-PKK) Kabupaten Aceh Tenggara, di Oproom Setdakab setempat, Selasa (22/11/2022).

Dikatakannya, untuk menurunkan angka stunting di Aceh, khususnya di Aceh Tenggara, pihaknya sengaja melibatkan pihak TNI.

" Dalam acara ini kita undang Pak Dandim, karena Pak Dandim memiliki kekuatan secara struktural dari tingkat kabupaten sampai ke desa," ujarnya.

Menurut Sahidal Kastri, di desa TNI memiliki Babinsa, bisa bekerja sama dengan Tim Pendamping Keluarga(TPK) yang ada di desa dan agar saling berkoordinasi. Ketika ada problem di desa tidak mampu ditangani Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Ibu Bidan, PKK Desa, Kader KB Desa, maka Babinsa bisa turun tangan.

“Saya yakin dengan kolaborasi dukungan bapak Dandim, Ketua IBI dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), juga dukungan dari Bapak Bupati Aceh Tenggara, angka Stunting di Aceh Tenggara bisa kita turunkan", harap Sahidal.

'Tentunya sesuai kegiatan hari ini, kita bisa menyatukan persepsi, menyusun langkah langkah bagaimana upaya kita, agar angka stunting bisa kita turunkan," katanya.[br]



Diharapkan, angka strunting di Aceh Tenggara pada 2022 ini bisa turun 5 persen sehingga tinggal 29 persen, kemudian tahun 2023 turun lagi 6 persen, tinggal 23 persen, dan pada tahun 2024 terakhir sebagai target 14 persen.

"Insya Allah optimis kita, stunting di Aceh Tenggara itu bisa kita turunkan", pungkas Sahidal.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (PPKB dan PPA) Kabupaten Aceh Tenggara Budi Afrizal SKM MKM kepada harianSIB.com menuturkan, pihaknya terus melakukan pendampingan dan berupaya, untuk percepatan penurunan angka stunting di Aceh Tenggara.

Dari 385 desa yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara, pihaknya sudah menempatkan 3 kader Tim Pendamping Keluarga(TPK) di setiap desa, ditambah 111 tim pendamping dari provinsi, sehingga ada 1.488 kader yang ada di desa yang berperan serta aktif dalam mendampingi keluarga beresiko stunting.

" Kita harus punya data valid. Kita aktifkan kembali posyandu dan Rumah Gizi Kute. Kemarin kita sudah buat pemetaan ada 10 dinas yang terlibat langsung dalam penanganan stunting, masing masing mereka ini bekerja dan fokus pada desa desa yang Lokasi Fokus (lokus) penurunan stunting, " tuturnya.

Sementara, Dandim 0108/Aceh Tenggara Letkol Inf Muhammad Sujoko kepada harianSIB.com menuturkan, pihaknya selalu melakukan pembinaan kemampuan di bidang teritorial kepada Babinsa yang telah menyebar di desa, sehingga bisa berkoordinasi dan komunikasi dengan istansi instansi lain, terutama masalah penyelesain stunting.

Stunting tidak bisa diselesaikan oleh sebelah pihak, pihak pemerintah berkolaborasi dengan komponen komponen yang lain, terutama penyadaran calon ibu dari anak, tentang kesehatannya bagaimana untuk meningkatkan gizinya, kebutuhan nutrisinya.

" Itulah salah satunya kita mendampingi pihak pemerintah, menekan angka stunting yang akan tumbuh," tegas Dandim.(B6).








Editor
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru