Angka Stunting di Pematangsiantar di Bawah Rata-rata Nasional


210 view
Angka Stunting di Pematangsiantar di Bawah Rata-rata Nasional
(Foto SIB/Ekoinra Siahaan)
LEPAS BALON : Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA (pakai jilbab) bersama Forkopimda Kota Pematangsiantar dan lainnya melepas balon ke udara usai menggelar apel siaga tim pendampingan keluarga di komplek kantor Wali Kota Pematangsiantar Jalan Merdeka, Kamis (12/5).

Pematangsiantar (SIB)

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Irzal mengatakan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi (populasi) stunting di Kota Pematangsiantar pada tahun 2021 berada pada angka 15 persen, di bawah angka rata rata secara nasional yaitu, 24,4 persen.


"Angka nasional berada diposisi 24,4 persen, Kota Pematangsiantar di angka 15 persen. Artinya, jauh di bawah rata rata nasional dan di bawah rata-rata Provinsi Sumut yaitu, 25,8 persen," kata M Irzal seusai menggelar apel siaga tim pendampingan keluarga nusantara bergerak Kota Pematangsiantar di komplek kantor Wali Kota Pematangsiantar Jalan Merdeka, Kamis (12/5).


Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020 sampai 2024, M Irzal menyebut, angka stunting harus berada di posisi 14 persen. "Artinya, kalau kita menuju ke angka 14 persen, kita harus turunkan satu persen sampai tahun 2024, kita masih punya waktu dua tahun untuk menurunkan angka stunting di Kota Pematangsiantar, sampai ke posisi 14 persen," ujar M Irzal di hadapan 167 tim pendamping keluarga se-Kota Pematangsiantar, tim percepatan stunting tingkat Kota Pematangsiantar.


Saat memimpin apel, Plt Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA juga menyampaikan, upaya percepatan menurunkan angka stunting dan menjalankan program KB handal di Kota Pematangsiantar melalui tim pendamping keluarga yang melakukan berbagai penyuluhan dan pelayanan kepada calon pengantin, ibu hamil dan ibu pasca persalinan secara maksimal. Sehingga, tidak ada lagi balita penderita stunting di Kota Pematangsiantar ke depannya.


"Hal ini dapat dicegah pada seribu hari pertama kelahiran, berikan ASI, gizi seimbang, imunisasi lengkap dan selalu menjaga kesehatan anak. Jangan ada kehamilan yang tidak terencana, jangka waktu hamil terlalu muda, jangan hamil terlalu tua dan jangan hamil terlalu sering," tegas Susanti.


Susanti juga mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mendukung suksesnya program KB yang berkesinambungan di Kota Pematangsiantar.


"Keluarga adalah tempat pertama yang harus dibenahi, menjadikan keluarga sebagai awal pembangunan kemasyarakatan, suami, istri dan anak harus senantiasa dapat hidup rukun, berusaha menciptakan keluarga harmonis, anak harus mendapat perlindungan dan pendidikan yang layak serta jauh dari kekerasan dalam rumah tangga," kata Susanti.


Dia juga berpesan, gizi yang cukup dan menjaga kesehatan harus menjadi prioritas utama. Tetaplah merencanakan mulai dari kehamilan, serta menyesuaikan jumlah anak dengan kondisi perekonomian keluarga, untuk menciptakan keluarga kecil sejahtera. (D8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com