Aspatan Dukung Usulan DPRD SU Beri Pelatihan Khusus Petani “Racik” Pupuk dan Obat Organik


259 view
Aspatan Dukung Usulan DPRD SU Beri Pelatihan Khusus Petani “Racik” Pupuk dan Obat Organik
(Foto: Dok/Toni)
Foto Bersama: Ketua DPD Aspatan Sumut Toni Togatorop SE MM foto bersama dengan mantan Gubernur Sumut H Syamsul Arifin SE dalam suatu kesempatan. 

Medan (SIB)

Ketua DPD Assosiasi Petani dan Pedagang (Aspatan) Sumut Toni Togatorop SE MM mendukung usulan anggota DPRD Sumut agar Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Sumut membuat program khusus pelatihan "meracik" pupuk dan obat organik bagi petani, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga pupuk maupun obat-obatan tanaman.


"Petani di Sumut yang tergabung dalam organisasi Aspatan serta para kelompok tani sangat menyambut baik usulan tersebut, karena para petani selama ini cukup menderita akibat kelangkaan dan mahalnya pupuk maupun obat-obatan tanaman," tandas Toni Togatorop kepada wartawan, Kamis (20/10) melalui telepon di Medan.


Dengan adanya pelatihan khusus ini nantinya, tambah mantan Ketua FP Hanura DPRD Sumut ini, petani sudah dibekali ilmu meracik pupuk dan obat-obatan organik, sehingga tidak lagi memanfaatkan pupuk dan obat tanaman kimia yang harganya sangat mahal alias tidak terjangkau para petani.


"Petani tentu berharap, lebih cepat program khusus ini dilaksanakan Dinas TPH Sumut, lebih baik, agar petani benar-benar faham cara meracik dan menciptakan pupuk hayati maupun organik cair dan padat, sehingga bisa memanfaatkannya untuk pertanian," tandasnya.


Bahkan Toni mengusulkan, pelatihan khusus meracik pupuk dan obat organik ini dilibatkan para ahli akademisi maupun petani yang sudah menggunakannya, sehingga limbah/sampah yang ada di daerah ini bisa diproses menjadi organik, untuk memenuhi kebutuhan pertanian dalam rangka menyukseskan kedaulatan pangan maupun kembali ke pemakaian pupuk alami.


"Dengan pupuk dan obat-obatan organik, tentu sayur-sayuran maupun buah-buahan bebas dari pestisida, sehingga aman bagi yang mengkonsumsinya serta keberadaan organik ini, menjaga ekosistem tanah, karena terjadi peremajaan dan penggemburan tanah, sangat cocok untuk pola tanam rakyat," katanya.


Akhirnya, tambah Toni, ketergantungan pupuk dan obat tanaman kimia selama ini, bisa dialihkan petani ke pupuk organik, sehingga asupan nutrisi tanah dapat terpenuhi menjadi tanah yg subur dalam memenuhi kuantitas dan kualitas produksi lebih meningkat.


Berkaitan dengan itu, Toni berharap kepada Dinas TPH Sumut segera memenuhi usulan DPRD Sumut, guna menggairahkan kehidupan perekonomian petani, dalam rangka meningkatkan kebutuhan pangan, guna mengantisipasi ancaman krisis pangan di Indonesia.


Program Khusus

Sebelumnya diberitakan SIB (20/10), anggota DPRD Sumut Viktor Silaen SE MM mendesak Dinas TPH Sumut membuat program khusus pelatihan "meracik" pupuk dan obat organik bagi petani di Sumut, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga pupuk dan obat-obatan tanaman.


"Para petani sudah bertahun-tahun menjerit akibat terjadinya kelangkaan dan mahalnya harga pupuk serta obat-obatan pertanian. Sudah saatnya Dinas TPH Sumut mengobati keluhan petani dengan membuat program khusus memberikan pelatihan pembuatan pupuk dan obat tanaman pertanian organik," ujar Viktor Silaen. (A4/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com