Atensi Kasus Pajak Gambir, Kapolda Sumut Harap Polemik Saling Lapor Berakhir


191 view
Atensi Kasus Pajak Gambir, Kapolda Sumut Harap Polemik Saling Lapor Berakhir
Foto: Dok/Polda Sumut
BERI KETERANGAN: Kapolda Sumut didampingi Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko memberikan keterangan kepada wartawan dengan menghadirkan dua tersangka kasus saling lapor Pajar Gambir, di Lobby Adhi Pradana Mapolda Sumut, Selasa (12/10/2021) malam.
Medan (harianSIB.com)

Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memfasilitasi pertemuan antara pedagang Pasar Gambir berinisial LG dan pria yang diduga preman berinisial BS, karena kasus saling lapor di lobby Adhi Pradana Mapolda Sumut, Selasa (12/10/2021) malam.

Dalam pertemuan itu, Kapolda didampingi Waka Polda Brigjen Pol Dadang Hartanto, Dir Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko sangat mengatensi perkara kasus saling lapor yang ditangani Polsek Percut Seituan.

Panca berharap usai pertemuan ini polemik dapat berakhir. "Saya berharap ini tidak lagi menjadi polemik," katanya.

Panca mengatakan, kasus yang awalnya ditangani Polsek Percut Seituan kini sudah diambil alih Polrestabes Medan dan Polda Sumut. Panca mengaku akan dilakukan audit kembali terhadap kasus ini.

"Percayakan penanganannya kepada kami, kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut tentang penetapan tersangka kepada ibu Gea untuk dilakukan audit oleh tim," ucap Panca.

Panca menjelaskan, BS memang sudah ditahan. Namun dia menyebut penahanan itu karena kasus yang lain. "Dalam perkara lain yang dilaporkan kepada saudara BS," tutur Panca.

Panca juga menjelaskan dugaan terjadinya pungutan liar di Pajak Gambir. Menurut keterangan LG, kata Panca, memang ada pungutan namun itu bukan dilakukan BS.

"Bukan saudara BS yang selama ini meminta. Saya coba dalami, ternyata uang keamanan untuk pemuda setempat. Pasar itu dikelola pemuda setempat," jelas Panca.

"Persoalan yang terjadi itu karena ibu LG merasa bukan BS yang seharusnya meminta, karena dia sudah memberikan kepada pemuda setempat. Nanti kita akan koordinasi ke pemerintah setempat supaya pasar itu dikelola dengan benar," tambahnya.

Panca meminta semua pihak untuk mempercayakan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian. Dia berjanji kasus ini diselesaikan dengan tuntas. (*)

Penulis
: Aperilman Rambe
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com