BBPOM Medan Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan


166 view
(Foto : harianSIB.com/Piktor Sinaga)
Kepala BBPOM Medan, I Made Bagus Gerametta menjelaskan hasil intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri  kepada wartawan di Medan, Senin (10/5/2021).
Medan (harianSIB.com)
Seluruh masyarakat Indonesia tetap semangat menyambut bulan suci Ramadan 2021, meski pandemi Covid-19 belum berakhir. Pada kondisi darurat ini, Badan POM melalui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan terus mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan melakukan pengawalan keamanan produk pangan khususnya selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri dengan tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19.

"Target intensifikasi pengawasan difokuskan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa dan rusak di sarana ritel dan distribusi pangan, serta pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya antara lain formalin, boraks, dan pewarna yang dilarang (rhodamin B dan methanyl yellow). Pelaksanaan intensifikasi
pengawasan pangan dilakukan secara mandiri maupun terpadu bersama lintas sektor terkait," kata Kepala BBPOM Medan, I Made Bagus Gerametta, di Medan, Senin (10/5/2021).

Berdasarkan data hasil pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2021, menunjukkan masih banyak ditemukan produk pangan olahan kemasan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK).

Dari 34 sarana ritel dan distribusi
pangan yang diperiksa, terdapat sarana distribusi TMK karena menjual produk pangan rusak, pangan kedaluwarsa dan pangan TIE. Jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020 terjadi kenaikan sarana distribusi yang sebelumnya 30 % menjadi 44,12%.

Untuk pangan jajanan berbuka puasa (takjil), hasil pengawasan pada tahun 2021 menunjukkan, dari 277 sampel yang diperiksa, sebanyak 1,00 % Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Temuan bahan berbahaya yang disalahgunakan adalah formalin. Jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020, terjadi kenaikan persentase produk TMS.

Pada tahun 2020, tidak ada pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan TMK selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Badan POM juga akan melakukan berbagai kegiatan antara lain sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi(KIE) Keamanan Pangan. Dengan pengawalan Badan POM terhadap keamanan pangan selama bulan Ramadan, diharapkan dapat menjaga ketenangan dan kekhusyukan masyarakat muslim dalam beribadah.

"Badan POM tak henti meminta pelaku usaha untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya. Masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK” (cek Kemasan, cek Label, cek Izin Edar, dan cek Kedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan," katanya.(*)

Penulis
: Piktor Sinaga
Editor
: Wilfred Manullang/Donna
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com