BBPOM Medan Intensifikasi Pengawasan Pangan Selama Ramadan dan Jelang Idul Fitri


140 view
(ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Konferensi pers di Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Sumatera Utara, Senin, terkait temuan produk ilegal selama Ramadhan. 
Medan (SIB)
Seluruh masyarakat Indonesia tetap semangat menyambut bulan suci Ramadan 2021, meskipun pandemi Covid-19 belum berakhir. Pada kondisi darurat ini, Badan POM melalui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Medan senantiasa mengawal keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat dengan melakukan pengawalan keamanan produk pangan khususnya selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19.

Hal itu dikatakan Kepala BBPOM Medan,Drs I Made Bagus Gerametta Apt kepada wartawan di Medan, Senin (10/5).

Ditegaskan, target intensifikasi pengawasan difokuskan pada pangan olahan Tanpa Izin Edar (TIE)/ilegal, kedaluwarsa, dan rusak di sarana ritel dan distribusi pangan, serta pangan jajanan berbuka puasa (takjil) yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya antara lain formalin, boraks dan pewarna yang dilarang (rhodamin B dan methanyl yellow). Pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan dilakukan secara mandiri maupun terpadu bersama lintas sektor terkait.

Berdasarkan data hasil pelaksanaan intensifikasi pengawasan pangan pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri tahun 2021, menunjukkan masih banyak ditemukan produk pangan olahan kemasan yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK). Dari 34 sarana ritel dan distribusi pangan yang diperiksa, terdapat sarana distribusi TMK karena menjual produk pangan rusak, pangan kedaluwarsa, dan pangan TIE. Jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020 terjadi kenaikan sarana distribusi yang sebelumnya 30 % menjadi 44,12%.

Untuk pangan jajanan berbuka puasa (takjil), hasil pengawasan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa dari 277 sampel yang diperiksa, sebanyak 1,00 % Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Temuan bahan berbahaya yang disalahgunakan adalah formalin. Jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020, terjadi kenaikan persentase produk TMS.

Pada tahun 2020, tidak ada pangan yang mengandung bahan berbahaya. Untuk lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan TMK selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, Badan POM juga akan melakukan berbagai kegiatan antara lain sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan. Dengan pengawalan Badan POM terhadap keamanan pangan selama Ramadan, diharapkan dapat menjaga ketenangan dan kekhusyukan masyarakat muslim dalam beribadah.

Badan POM tak henti meminta pelaku usaha untuk patuh terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan usahanya. Masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih pangan aman dengan selalu melakukan cek KLIK” (cek Kemasan, cek Label, cek Izin Edar, dan cek Kedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan. (A3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com