BBPOM di Medan Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp2,7 M


146 view
BBPOM di Medan Musnahkan Produk Ilegal Senilai Rp2,7 M
Foto: SIB/Piktor Sinaga
MUSNAHKAN PRODUK ILEGAL: Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan memusnahkan sejumlah produk ilegal senilai Rp2, 7 miliar lebih, Senin (6/12/2021), di halaman Kantor BBPOM Medan menggunakan incinerator.
Medan (harianSIB.com)
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan memusnahkan sejumlah produk ilegal senilai Rp2,7 miliar lebih, Senin (6/12/2021), di halaman Kantor BBPOM Medan menggunakan incinerator.

Pemusnahan tersebut dihadiri Kombes Pol C Wisnu Adji P dan AKBP Fadris Sangun Ratulana dari Polda Sumut, Indra Zamadisyari (Kejati Sumut), Tomy Irsan dari Kanwil OJBC Sumut, BNNP Sumut, Dinas Kesehatan Sumut dan GP Farmasi Sumut. Sedangkan sisanya dibawa untuk dimusnahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun, Medan.

Kepala BBPOM Medan I Made Bagus Gerametta menyampaikan, produk ilegal senilai Rp2,7 miliar tersebut merupakan hasil penindakan periode September 2020-2021. Produk ilegal tersebut diperoleh dari 22 sarana produksi dan distribusi berjumlah 316 jenis produk (38.739 pieces) terdiri dari 58 jenis obat (16.648 pieces), 66 jenis obat tradisional (6.234 pieces), 46 jenis pangan (4.369 pieces) 117 jenis kosmetik (6.622 pieces) dan 29 jenis kemasan (4.866 pieces).

"Produk yang dimusnahkan ini karena tidak memiliki izin edar dan atau tidak memenuhi persyaratan keamanan dan mutu," kata I Made Bagus seperti dilaporkan jurnalis Koran SIB Piktor Sinaga.

Lebih lanjut Bagus mengatakan pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi penerus bangsa, sehingga BBPOM Medan akan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor dalam memperkuat sistem dan meningkatkan efektivitas pengawasan.

"Peningkatan efektivitas penindakan ini dilakukan melalui penindakan berdesain link khusus bersama kepolisian dan kejaksaan," jelasnya.

Tak hanya itu, jelas Bagus, BBPOM di Medan juga melakukan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) secara berkesinambungan dan masif yang juga melibatkan tokoh masyarakat dan melakukan pendampingan UMKM untuk meningkatkan daya saing produk.

"BBPOM terus berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran obat dan makanan ilegal. Oleh karena itu, sebagai konsumen cerdas pastikan selalu mengecek kemasan dalam kondisi baik, baca informasi pada label, memiliki izin edar dan tidak melebihi masa kedaluwarsa (cek klik)," katanya.

Disinggung pengawasan selama pandemi Covid-19, Bagus mengakui dari keseluruhan jumlah kasus terdapat lima kasus yang berasal dari penjualan online dan sebagian besarnya kosmetik.

"Khususnya saat jelang Natal ini, kita juga mulai melakukan pengawasan intensifikasi pasar untuk melihat produk yang beredar apakah aman atau tidak," pungkasnya. (*)

Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com