BMKG Stasiun Maritim Belawan Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan


123 view
BMKG Stasiun Maritim Belawan Gelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan
Internet
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tahun 2021 yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Medan, Sabtu (2/10).
Medan (SIB)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan tahun 2021 yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Medan Belawan, Medan, Sabtu (2/10). Kegiatan ini bertemakan: 'Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkap Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca', Sekolah ini diikuti 35 peserta, dibuka anggota Komisi V DPR RI, H Irmadi Lubis.

Turut hadir Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan, Ikhsar Risyad Marbun, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono, Tokoh Masyarakat, H Irfan Hamidi dan Ketua HSNI Kota Medan, Abdul Rahman.

Irmadi Lubis mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar nelayan semakin paham tentang cuaca. Diharapkan kepada para narasumber dari BMKG dapat memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang cara memahami informasi cuaca, agar nelayan dapat bekerja di laut dengan aman.

"Komisi V DPR RI mendukung ini, sekolah ini bisa dilaksanakan lebih banyak lagi, agar nelayan lainnya juga tahu tentang informasi cuaca maritim dari BMKG," ucap Irmadi.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menekankan pentingnya informasi cuaca dan iklim dalam mendukung nawacita ketahanan pangan pemerintah. BMKG mendukung meningkatkan pamahaman cuaca dan iklim kepada nelayan, pengoptimalisasi informasi cuaca dan iklim terhadap penyuluh nelayan dan dinas terkait.

Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ikhsar Risyad Marbun menyampaikan bahwa kapal ikan, alat tangkap ikan dan nelayan merupakan tiga faktor yang mendukung keberhasilan dari program peningkatan produksi dan pendapatan nelayan. "Faktor keselamatan kapal maupun nelayan harus diperhatikan karena merupakan hal yang utama untuk menunjang kesuksesan suatu operasi penangkapan ikan. Informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sangat penting untuk mendukung hal itu," sebut Ikhsar Marbun.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Sugiyono mengatakan, penyelenggara kegiatan yang dilaksanakan, untuk memberikan kontribusi terhadap keselamatan, kelancaran dan efisiensi bagi operasi kegiatan nelayan di laut. Hal itu sesuai amanat UU No.31 Tahun 2009, adalah satu-satunya instansi yang berkewajiban menyediakan informasi cuaca dan gelombang laut di wilayah NKRI.

“Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, faktor terjadinya kecelakaan kapal laut disebabkan human error (43,67%), faktor alam (32,37%) sedangkan faktor teknis (23,94%). Cuaca buruk merupakan permasalahan yang sering kali kai jadi penyebab utama dalam kecelakaan laut. Seperti badai, gelombang laut yang tinggi, kabut dan lainnya. Maka diperlukan pemahaman yang baik dan utuh dari nelayan terhadap faktor alam tersebut, disamping perhatian yang besar dari pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan para nelayan," terangnya. (Rel/A8/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com