BNNK dan Pemko Tebingtinggi Bahas Pengembangan dan Pembinaan KOTAN


159 view
BNNK dan Pemko Tebingtinggi Bahas Pengembangan dan Pembinaan KOTAN
(Foto: Dok/Dinas Kominfo)
BAHAS KOTAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Ketua DPRD, Basyaruddin Nasution saat rakor pembahasan KOTAN dengan BNNK, Rabu (3/11).
Tebingtinggi (SIB)
Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) bersama Pemko Tebingtinggi menggelar rapat koordinasi (Rakor) pengembangan dan pembinaan KOTAN (Kota Tanggap Ancaman Narkoba), Rabu (3/11) di RM Pondok Bagelen.

Rapat dihadiri Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan, Ketua DPRD Basyaruddin Nasution, Ketua Pengadilan Negeri Mangapul dan BNN Sumut diwakili Koordinator Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Sumut Soritua Sihombing.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menjelaskan, pemerintah kota telah menyediakan TC (Training Center) Sosial sebagai wadah untuk menjadi pusat rehabilitasi medis khusus untuk korban penyalahgunaan narkoba.

"Kami sudah merencanakan dengan Ketua DPRD, TC Sosial akan menjadi pusat rehabilitasi korban penyalahgunaan narkoba. Namun saat ini masih fokus dalam penanganan Covid-19 yang menjadikan TC Sosial sebagai tempat isolasi terpadu," ujar Wali Kota.

Dalam kegiatan P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) di daerah, Wali Kota meminta Badan Kesbangpol dan peran serta OPD terkait untuk bekerjasama melakukan edukasi sosialisasi sesuai bidangnya masing-masing dan berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat menurunkan angka penyalahgunaan narkoba.

"OPD terkait mengambil peran, karena ini kerja bersama-sama, melakukan edukasi sosialisasi sesuai bidangnya terutama mengajak pegawai untuk tidak terlibat di dalam narkotika. Dan semoga kita juga bisa bersama-sama menurunkan angka penyalahgunaan narkoba di kota Tebingtinggi," tutup Wali Kota.

Sementara itu, Koordinator P2M BNNP Sumut, Soritua Sihombing menyampaikan, berdasarkan hasil survei prevalensi Penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang Survei Nasional Penyalahgunaan Narkoba di 34 Provinsi Tahun 2019, diketahui bahwa angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,8% atau sekitar 3,4 juta orang penduduk Indonesia pada rentang usia 15—64 tahun.

"Khusus di Kota Tebingtinggi, dari hasil tersebut perlu kami laporkan dari 35 kawasan (kelurahan) yang ada, terdapat 5 kawasan dengan kategori waspada dan 30 kawasan dengan kategori siaga", jelas Soritua Sihombing.

Menyikapi data tersebut, Soritua Sihombing menyampaikan agar stakeholder terkait dapat bersinergi dan komprehensif untuk menyelamatkan anak bangsa dari bahya narkoba.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa peran pemerintah daerah dan stakeholder terkait dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah kebijakan di daerah khususnya KOTAN. Dan berharap Kota Tebingtinggi menjadi kota yang tanggap terhadap bahaya narkoba.

"Harapan kita dapat terus menunjukkan kepedulian dan peran serta. Dan semoga kita semua dapat terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dan terhindar dari Covid-19," tutup Soritua Sihombing.

Turut hadir Danramil 13/TT Kapten Inf Budiono mewakili Dandim 0204/DS Kasat Narkoba Polres AKP M Yunus Tarigan mewakili Kapolres, Jaksa Fungsional Dhania mewakili Kajari, Kakan Kemenag kota Julsukri Mangandar Limbong, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, dan Kepala OPD terkait serta tamu undangan. (BR3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com