Terkait Media Sosial Viral

BPD dan Warga Desa Sukamaju di Karo Bantah Adanya Ancaman Preman dan Oknum


305 view
BPD dan Warga Desa Sukamaju di Karo Bantah Adanya Ancaman Preman dan Oknum
Foto: Ist/harianSIB.com
BPD Desa Sukamaju.

Karo (SIB)

Terkait adanya berita di media sosial baru-baru ini viral yang menyatakan warga Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo yang mengaku tidak tahan lagi atas adanya ancaman maupun teror yang dilakukan oknum pengusaha melalui tangan preman dan oknum TNI, agar masyarakat desa menyerahkan tanah adatnya di Puncak 2000, Siosar.


Hal ini dibantah pihak Badan Permusyawaratan Daerah (BPD) setempat. Atas berita yang beredar itu, pihak BPD dan warga Desa Sukamaju angkat bicara dan membantah adanya pengancaman oleh preman ataupun ancaman dari pihak manapun.


Wakil Ketua BPD Desa Sukamaju, Jhonson Sembiring kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Jumat (8/4) mengatakan membantah keras adanya pengancaman oleh oknum berbaju hijau dan preman kepada masyarakat.


"Mana ada itu bang, di Desa Sukamaju aman-aman saja, serta tidak ada laporan masyarakat terkait ancaman tersebut kepada kami selaku BPD di desa," kata Jonson dengan nada tegas.


Menurutnya, bahwa berita yang berkembang akhir-akhir ini, tidaklah benar alias hoax. "Sampai saat ini tidak ada laporan dari masyarakat terkait ancaman kepada petani, maupun tekanan dari oknum TNI sekalipun,” tegasnya.


Seorang warga selaku petani di desa, P. Tarigan (30) mengatakan itu berita hoax, disini tidak ada ancaman, aman-aman saja kami bertani.


"Saya sebagai petani Desa Sukamaju memang ada mendengar berita yang beredar tentang desa kami mencekam, ada preman, dan lain-lain, itu tak benar, apalagi sampai mengancam petani. Itu tidak benar," ungkapnya.


Hal senada juga dikatakan pengusaha warung kopi, Nd Netti Br Ginting (65) warga Desa Sukamaju menjelaskan tidak pernah mendengar adanya ancaman dari pihak perusahaan, aparat, maupun preman "Di kampung kami ini aman-aman saja bekerja,” ungkapnya.


Tak jauh berbeda dengan seorang ibu rumah tangga Sembiring Milala(60) mengatakan hingga saat ini aman-aman saja di desanya tidak ada ancaman. "Pada saat ini lagi panen jagung tak ada yang mengancam, saya aman-aman saja kok. Itu orang-orang yang tak bertanggung jawab,” ungkapnya.


Ketika dikonfirmasi terkait pemberitaan di media sosial soal pengancaman itu terhadap warganya ke Kepala Desa Sukamaju, Bahagia Ginting di kantornya, Jumat (8/4) tidak berada di tempat. Meskipun melalui stafnya agar meminta kepada wartawan tunggu sebentar, namun setelah satu jam lebih tak ada kabar apapun dari Kades.


Bahkan staf administrasinya di kantor kembali ditanya perihal keberadaan Kadesnya, mengatakan,” tidak tahu pak, mungkin dia tidak di sini,” katanya. (BR2/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com