Tanggapi Anggota DPRD Medan Rudiawan Sitorus

BPJS Kesehatan: Dukungan Swasta Dibutuhkan Membantu Peserta yang Menunggak Iuran


146 view
BPJS Kesehatan: Dukungan Swasta Dibutuhkan Membantu Peserta yang Menunggak Iuran
Internet
Logo BPJS Kesehatan
Medan (SIB)
Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan, dr Mahlil Ruby mengatakan dukungan pihak swasta kepada pemerintah sangat dibutuhkan, khususnya membantu persoalan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Oleh karena itu, BPJS Kesehatan mengajak pihak swasta untuk meningkatkan jumlah kepesertaan JKN-KIS, dan juga membantu peserta yang menunggak iuran. Tujuannya tidak lain, agar masyarakat bisa aktif kembali mengakses layanan kesehatan," kata Mahlil menanggapi pernyataan anggota DPRD Medan Rudiawan Sitorus terkait banyak warga Medan tidak sanggup lagi membayar iuran BPJS Kesehatan, seperti dikutip dari harianSIB.com, Kamis (21/10).

Ia mengakui pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak terhadap aspek kesehatan saja, tetapi juga aspek ekonomi. Akibatnya, banyak peserta JKN-KIS khususnya Kelas III yang menunggak iuran karena tidak mampu lagi membayar. Dukungan swasta dimaksud yaitu memberikan donasi bagi masyarakat yang belum terdaftar sehingga menjadi peserta JKN-KIS Kelas III.

Sedangkan bagi peserta mandiri Kelas III yang menunggak iuran, dibantu membayar tunggakan iurannya. "Peran swasta, badan usaha, pelaku usaha hingga pihak-pihak yang mampu secara ekonomi menjadi salah satu inovasi membantu mengatasi persoalan tersebut. Dengan kata lain, kolaborasi antara yang mampu membantu yang kurang mampu," ujarnya.

Ia menegaskan donasi tersebut sifatnya tidak memaksa. Artinya, donasi itu benar-benar tulus diberikan pihak swasta, termasuk rumah sakit. "Kami tidak hanya mendorong donasi itu kepada rumah sakit saja, karena khawatir terjadi konflik interest. Seolah-olah kami mendorong rumah sakit untuk memberikan donasi, karena kalau tidak mau maka akan memutuskan kontrak kerjasama. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu. Jadi, kalau rumah sakit mau memberikan donasi hendaknya secara ikhlas. Lain halnya kepada pelaku usaha, kami memang mendorong mereka untuk memberikan donasi tersebut," sebutnya.

Ia menjelaskan bagi pihak swasta yang ingin memberikan donasi, ada beberapa pilihan metode. Pertama, pihak swasta memberikan data masyarakat yang akan dibantu kepesertaan baru dan membayar tunggakan iuran. Kedua, pihak swasta memberikan memberikan langsung dana donasi dan selanjutnya BPJS Kesehatan yang memilih pesertanya. Terakhir, bisa juga pihak swasta memberikan sebagian data masyarakat yang akan dibantu kepesertaannya dan sisanya BPJS Kesehatan yang memilih.

Lebih jauh dia mengatakan, secara nasional saat ini ada sekitar 33 juta peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Dari jumlah tersebut, yang menunggak sekitar 17 juta lebih. Artinya, ada sekitar 58 persen peserta PBPU yang tidak aktif dan 42 persen lagi peserta yang aktif. Ia melanjutkan, dari jumlah peserta yang menunggak tersebut sekitar 70 persen menunggak iuran di atas 12 bulan lebih. Maka peran swasta untuk membantu melalui donasi betul-betul diharapkan.

Di sisi lain, pihaknya membuat kebijakan bagi peserta yang menunggak iuran dapat mencicil tunggakannya. Setelah lunas, maka kepesertaannya bisa aktif kembali. "Di Sumut ada sekitar 2 juta peserta PBPU. Dari jumlah ini, peserta yang tidak aktif (menunggak iuran) sekitar 60 persen. Begitu juga di Medan, ada 500 peserta PBPU tapi yang aktif hanya 40 persen," beber Mahlil didampingi Kepala Deputi Aceh dan Sumut BPJS Kesehatan, Mariamah, Kepala Cabang Medan BPJS Kesehatan dr Sari Quratulainy.

Ia mengatakan, pihaknya tidak bisa lagi mengharapkan sepenuhnya dari masyarakat yang menjadi peserta untuk membayar iuran. Karena, di Indonesia hingga saat ini sekitar 60 persen masih banyak penduduk yang bekerja secara informal. Artinya, penghasilan dari pekerjaan masyarakat tidak menentu.

Untuk itu, ia berharap peran Pemko Medan mendorong sistem donasi tersebut ke pihak swasta baik itu rumah sakit, badan usaha atau pelaku usaha yang mampu secara ekonomi. "Diharapkan juga donasi ini dapat dicontoh oleh rumah sakit swasta lain atau badan usaha khususnya di Kota Medan. Kehadiran swasta menjadi alternatif untuk menjadikan Medan UHC (Universal health Coverage), yaitu menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan," pungkasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Medan Rudiawan Sitorus SFil MPemI mengungkap persoalan yang terjadi di masyarakat yang ditengarai sebagai efek pandemi Covid-19. Banyak di antara warga kota Medan mengaku tidak sanggup lagi membayar BPJS Kesehatan secara mandiri, kemudian banyak warga tidak lagi memiliki fasilitas BPJS Kesehatan akibat di-PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com