Bamsoet Ingatkan Pentingnya Nasionalisme Bangun Karakter Generasi Muda


276 view
Bamsoet Ingatkan Pentingnya Nasionalisme Bangun Karakter Generasi Muda
Foto Istimewa
Bambang Soesatyo
Jakarta (SIB)
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan rasa nasionalisme yang tumbuh dan berkembang di Indonesia dibangun dari kesadaran dan komitmen kebangsaan untuk hidup bersama dalam satu negara bangsa. Sekalipun Indonesia memiliki keberagaman yang sangat heterogen, katanya.

Bamsoet menyebutkan keberagaman di Indonesia tampak dari kehidupan masyarakat yang terpisah dalam wilayah kepulauan, memiliki 733 bahasa serta terdiri dari 1.340 suku, 6 agama, dan puluhan aliran kepercayaan.

"Nasionalisme adalah manifestasi kebangsaan yang nyata. Di mana ketika bencana alam menimpa saudara-saudara kita di wilayah timur, secara spontan mendorong aksi solidaritas dari saudara-saudara kita di wilayah tengah dan wilayah barat. Dengan pemaknaan seperti ini, saya yakin nasionalisme akan menjadi jiwa bangsa yang tidak akan lekang oleh dinamika zaman," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (2/5).

Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya di acara 'Nasional is Me: Indonesia Pasti Bisa'. Diketahui, acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Bentang Merah Putih dan Yayasan Pandu Pemimpin Cinta Bangsa secara virtual di Jakarta.

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan konsep nasionalisme bukanlah hal yang secara given didapatkan begitu saja. Menurutnya, nasionalisme harus diperjuangkan, diimplementasikan dalam realita, serta dirawat sebagai ikatan kebangsaan. "Dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan, nasionalisme kita terbentuk dari perasaan senasib sepenanggungan sebagai bangsa terjajah. Semangat itu kemudian mengkristal sebagai semangat kebangsaan, dan menjelma menjadi modal terbesar dalam memperjuangkan kemerdekaan," kata Bamsoet.

Lebih lanjut, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini pun mengingatkan bahwa menumbuhkembangkan nasionalisme sangat penting bagi pembangunan karakter generasi muda bangsa. Terlebih, saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada beragam tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi.

Ia menyebutkan sejumlah tantangan tersebut antara lain melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, masih berkembangnya paham radikalisme, dekadensi moral generasi muda bangsa, memudarnya identitas dan jati diri bangsa, serta masih adanya kesenjangan sosial ekonomi.

Bamsoet menambahkan melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman juga dapat dilihat, merujuk pada data yang diungkapkan SETARA Institut. Adapun data ini mencatat terjadinya 846 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama dalam kurun waktu 6 tahun, yakni antara tahun 2014 hingga 2019.

"Contoh lain adalah penyalahgunaan politik identitas dalam kontestasi politik, sehingga menyebabkan renggangnya ikatan kohesi sosial, dan polarisasi masyarakat pada dua kutub yang berseberangan, baik sebelum, selama, hingga pasca penyelenggaraan Pemilu," jelas Bamsoet.

Untuk itu, Bamsoet menilai jika menanamkan nasionalisme pada kelompok sasaran generasi muda bangsa adalah strategi yang tepat. Sebab menurutnya, di tengah periode bonus demografi saat ini, 70,72 persen penduduk Indonesia merupakan usia produktif.

Selain itu, lanjutnya, hampir 69 persen atau sekitar 131,6 juta jiwa penduduk Indonesia adalah sumber daya manusia potensial yang berusia antara 15 hingga 44 tahun. Bamsoet pun menilai tantangan kebangsaan yang dihadapi akan semakin kompleks dan dinamis seiring perkembangan dan kemajuan zaman. "Untuk menjawab tantangan tersebut, salah satu faktor kuncinya adalah konsolidasi bangsa untuk memperkuat ikatan kebangsaan kita dalam mewujudkan Indonesia yang beradab. Indonesia yang beradab adalah yang memanusiakan manusia, di mana harkat dan martabat kemanusiaan dimuliakan, norma-norma sosial dijunjung tinggi, dihormati, dan dijadikan tuntunan dalam setiap laku sosial segenap anak bangsa, serta menjadi rujukan dalam setiap gerak langkah pembangunan," pungkas Bamsoet. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com