Bapemperda DPRD SU Belajar ke Pemprov Jateng Terkait Perda Pengarusutamaan Gender

* Perda PUG Sangat Komprehensif, Tidak Hanya Fokus Pada Laki-laki Atau Perempuan

185 view
Bapemperda DPRD SU Belajar ke Pemprov Jateng Terkait Perda Pengarusutamaan Gender
(Foto Dok/Staf)
Belajar: Bapemperda DPRD Sumut yang dipimpin ketuanya Meryl Rouli Saragih sedang  diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menerima pelajaran terkait Perda  No2/2022 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG), Selasa (2/8) di Jateng.

Medan (SIB)

Bapemperda (Badan Pembentukan Peraturan Daerah) DPRD Sumut belajar ke Pemprov Jawa Tengah (Jateng) terkait Perda No2/2022 tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) yang sudah diberlakukan di daerah itu, sehingga Sumut ingin "menirunya".

Hal itu disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Sumut Meryl Rouli Saragih kepada wartawan, Selasa (2/8) melalui telepon dari Pemprov Jateng usai bertemu dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, di lantai 2 kantor Pemprov Jateng.

Meryl yang didampingi anggota Bapemperda Meilizar Latief, Syamsul Qamar, Irwan Simamora dan lainnya mengatakan, pihaknya sengaja datang ke Jawa Tengah untuk mempelajari Perda PUG, sebab saat ini di Sumut sedang dilakukan kajian terkait Ranperda PUG dimaksud.

"Luar biasa sekali, bagaimana Pemprov Jateng bisa mengimplementasikan kebijakan dan anggaran yang responsif gender di Jateng. Apalagi kita ketahui dari penjelasan Ganjar Pranowo tentang Perda PUG sangat komprehensif. Tidak hanya fokus pada laki-laki atau perempuan saja, tetapi juga pada kelompok termarjinalkan," tambahnya.

Pemprov Jawa Tengah, menurut Meryl, telah memulai sejak lama dengan menyiapkan berbagai kebijakan dan anggaran yang responsif serta diturunkan melalui tindakan afirmasi sebelum dimatangkan dengan Perda PUG.

"Di sini dijelaskan bahwa gender itu bukan hanya sekadar perempuan atau laki-laki tapi juga mengenai kaum difabel, anak-anak, masyarakat yang termarjinalkan,” ujarnya sembari menambahkan, Perda PUG di Sumut nantinya menghadapi tantangan yang luar biasa karena budaya patriarki yang tinggi. Padahal jumlah penduduk perempuan mencapai 49 persen," ujarnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com