Barang Bukti 48 Perkara Incraht Dimusnahkan Kejari Labusel


151 view
Barang Bukti 48 Perkara Incraht Dimusnahkan Kejari Labusel
Foto: SIB/Rudi Afandi Simbolon
Barang Bukti Sabu: Kajari Labusel, M Alinafiah Saragih, SH, MH dihadiri Wakil Bupati Labusel Ahmad Padli Tanjung, dan Unsur Muspika di bimbing Kepala Seksi BB dan Barpas Kejari Labusel Hendri Dolok Tambunan, SH melakukan pemusnahan barang bukti perkara incraht, Senin (8/11).
Kotapinang (SIB)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali melakukan pemusnahan barang bukti 48 perkara yang sudah memiliki hukum tetap (incraht) periode Mei-November 2021 di pelataran Kantor Kejari Labusel, Senin (8/11).

Pemusnahan barang bukti dipimpin oleh Kajari Labusel, M Alinafiah Saragih SH MH dihadiri Wakil Bupati Labusel Ahmad Padli Tanjung, Sekretaris Dinas Kesehatan dr Efdi Zulfaizal Harahap, Kepala Seksi BB dan Barpas Kejari Labusel Hendri Dolok Tambunan SH, unsur Muspika, dan tamu lainnya.

Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 48 perkara periode Mei hingga November yang sebagian besar barang bukti yang dimusnahkan berasal dari kasus narkotika, yakni 73,89 gram sabu-sabu, 2,6 gram daun ganja, dan 5,7 gram ekstasi.

Pemusnahan sabu-sabu dilakukan dengan cara memblender dengan air, selanjutnya larutan tersebut kemudian ditanam. Sementara itu, daun ganja berikut barang bukti lainnya, dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Kasus paling banyak narkotika. Perkara narkotika mari sama-sama kita berantas, sehingga dapat digenjot dan berkurang.

Karena di Lapas, 80 persennya perkara narkotika. Makanya, saat ini lebih ditekankan, bagi pengguna untuk direhabilitasi (restoratif justice), ini demi mengurangi kapasitas di Lapas saat ini," kata Kajari.

Alinafiah menyebut, pemusnahan barang bukti dilakukan untuk menyelesaikan akhir perkara dan menghindari penyalahgunaan oleh petugas. Karena sebut dia, barang bukti khususnya Narkoba harganya mahal, sehingga memungkinkan untuk disalahgunakan.

Sementara itu, Wakil Bupati, Ahmad Padli Tanjung pun menyampaikan keprihatinannya atas tingginya kasus narkoba. Menurutnya, musuh utama negara ini saat ini adalah narkoba, sehingga butuh komitmen bersama untuk memberangusnya.

"Kegiatan ini dilakukan agar transparan, semua tahapan hukum mulai dari penyidikan hingga pemusnahan barang bukti dilakukan. Kita tidak main-main menegakkan hukum," katanya. (SS18/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com