Bayi Suspek Hepatitis Akut Misterius Meninggal di RS Adam Malik


175 view
Bayi Suspek Hepatitis Akut Misterius Meninggal di RS Adam Malik
Net/harianSIB.com
Bayi penderita Hepatitis Akut Misterius. Ilustrasi

Medan (SIB)

Seorang bayi berusia delapan bulan meninggal karena diduga hepatitis akut misterius di RSUP Adam Malik Medan, Sabtu (14/5). Bayi itu meningggal setelah dirawat selama seminggu.


Ketua Tim Dokter Penanganan Hepatitis Akut RSUP Adam Malik, dr Ade Rachmat Yudiayanto membenarkan meninggalnya bayi itu. “Benar sudah meninggal dunia pada Sabtu (14/5) pukul 20.40 WIB,” katanya, seperti dilansir dari harianSIB.com, Selasa (17/5).


Ade mengatakan bayi tersebut awalnya dibawa ke RSUP Adam Malik pada Sabtu (7/5). Selama dirawat stabilisasi tubuhnya sempat membaik. Namun pada Sabtu (14/5), tiba-tiba kondisi fisiknya menurun.


“Sabtu pagi kesannya masih stabil. Tapi ternyata kira-kira pukul 17.00 WIB sore, itu mulai mengalami gangguan sirkulasi, dimana detak jantungnya sudah mulai cepat,” ungkapnya.


Kemudian pukul 19.20 WIB, keadaan jantung mulai lambat, walaupun direspon. Sampai sejam, ternyata stabilisasinya gagal, akhirnya pasien dinyatakan meninggal.


Dari diagnosa akhir, ia menyebutkan pasien meninggal gagal nafas, lantaran ada permasalahan di radang parunya, sirkulasi jantung dan kompilkasi di organ tubuh lainnya. “Ditambah lagi ada infeksi bakteri berat disebabkan infeksi bakteri, ditambah gagal jantung,” sebutnya.


Soal dugaan hepatitis akut menyerang balita tersebut, Ade berharap hal ini tidak terjadi. Sebab, pihaknya telah mengambil sampel darah pasien saat proses perawatan.


“Ada pemeriksaan namanya kultur darah yang diambil tanggal 9 Mei, kemudian tanggal 13 Mei, hasilnya keluar dan hasilnya ditemukan kuman atau bakteri yang dianggap penyebabnya keadaan pasien ini (diduga bukan hepatitis),” tuturnya.


Terhadap penemunan ini pihaknya telah melaporkan ke Pemprov Sumut dan Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI). Kata pihak PP IDAI nantinya akan mengumumkan apakah pasien terkena karena hepatitis atau bukan.


"Semoga kasus ini mudah-mudahan jauh dari hepatitis akut ini,” harapnya. Ia mengatakan sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya indikasi hepatitis akut misterius di Sumut.


“Dengan adanya kasus yang terakhir sudah kita temukan, problem utama masalahnya infeksi bakteri maka sejauh ini kita nggak berharap ke depannya infeksi yang lain. Jadi (dari laporan) belum ada hepatitis yang tidak diketahui, penyebabnya di Sumut,” ujarnya.


Kasus balita meninggal suspek hepatitis akut misterius ini merupakan kali kedua terjadi di Kota Medan. Sebelumnya pada akhir April 2022 balita dua tahun meninggal dengan gejala hepatitis di Rumah Sakit Elisabeth Medan.


Bayi itu mengalami gejala mual, muntah, diare, demam dan mata kuning. “Yang dari Elisabeth sudah meninggal sebelum diperiksa darah, tinja, urine, dan swab adeno virusnya. Meninggalnya sudah 10 hari yang lewat, cuma itu dari komunikasi dokter anaknya, itu pun dari komunikasi," kata Kadis Kesehatan Sumut, drg Ismail Lubis MM. (SS6/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com