Belum Berbayar, Organda Medan dan Kesper Desak Pemerintah Hentikan Pengoperasian BTS di Medan


241 view
Belum Berbayar, Organda Medan dan Kesper Desak Pemerintah Hentikan Pengoperasian BTS di Medan
(Ahmad Arfah/detikcom)
Bus Transmetro Deli Medan. 
Medan (SIB)
Ketua Organda Medan dan Ketua Kesper mendesak Kemenhub RI agar menghentikan sementara pengoperasian angkutan massal buy the service (BTS) di Kota Medan sebelum berbayar, sebab angkutan BTS hanya menyengsarakan sopir angkot yang ada di Kota Medan.

Mont Gomery Munthe selaku Ketua Organda Medan kepada SIB, Senin (5/7) mengatakan, pengoperasian BTS melanggar Pancasila sebagai dasar NKRI yakni sila kelima. Program angkutan BTS merupakan persaingan tak sehat. "Predator" digulirkan untuk mematikan angkot dan mengabaikan program pemerintah untuk memajukan sopir angkot.

"Saya melihat kehadiran BTS ini merupakan kesalahan besar karena gratis dan beroperasi di jalur yang sama. Seharusnya pemerintah hadir untuk mengatasi semua ini. Kalau tidak situasi ini bisa menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja," ujarnya.

Disinggung soal rencana Kemenhub menambah 4 koridor angkutan massal BTS di Kota Medan, Ketua Kesper Israel Situmeang mendorong agar Kemenhub mengevaluasi kehadiran BTS yang hanya menyengsarakan angkot yang sudah lama beroperasi di Kota Medan.

Israel mengaku mendukung sikap Ketua Organda Medan agar Kemenhub menyetop operasi BTS di Kota Medan sebelum berbayar.

"Kami sudah menyetujui permintaan Polda Sumut agar tidak melaksanakan stop operasi pada tanggal 14 Juni di Kota Medan. Dengan alasan pada tanggal 5 Juli BTS di Kota Medan sudah bertarif," ujarnya.

Tetapi hingga tanggal 5 Juli yang sudah ditetapkan belum juga terealisasi. "Jadi saat ini kami menagih Polda Sumut yang berjanji akan meneruskan keluhan mereka itu ke Menhub melalui Dirjen Perhubungan RI. Kami sudah patuhi perintah Polda Sumut, tetapi hingga saat ini belum ada hasil. Kami tanya tadi ke Polda Sumut karena alasan lockdown maka belum ada respon dari Kemenhub," ujarnya.

Dia mengatakan karena tidak ada hasil, maka dalam waktu dekat Organda dan sopir akan melaksanaka rapat akbar dan mengundang Polda Sumut serta Kapolrestabes Medan tentang rencana aksi lanjutan bila tetap BTS belum berbayar.

"Dalam rapat itu nanti kami akan minta arahan, bagaimana melaksanakan aksi yang benar sesuai dengan undang undang sehingga tidak mengganggu aktivitas warga lain," tutupnya. (A13/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com