Benny Sihotang Yakin Wali Kota Medan Serius Benahi PD Pasar


109 view
Benny Sihotang Yakin Wali Kota Medan Serius Benahi PD Pasar
Foto Dok
Benny Sihotang
Medan (SIB)
Sebagai mantan Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Benny Harianto Sihotang mengaku prihatin melihat kondisi PD Pasar. Beda ketika dirinya masih pimpinan selama 3 tahun di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu saat lima tahun lalu.

Keprihatinannya itu disampaikannya, Sabtu (5/6) kepada media, saat disambangi di sebuah kawasan di Medan.

Saat ini, ucapnya, para pegawai PD Pasar sering berdemo dikarenakan pembayaran gaji pegawai yang sering telat setiap bulannya. Demikian juga halnya dengan tunjangan Hari Raya atau Natal pegawai tidak dapat.

"Saat ini, kami sudah menerima pengaduan dari 11 pegawai PD Pasar karena PD Pasar tidak mampu membayar gaji. PD Pasar kami jadwalkan rapat dengar pendapat," ungkap Benny yang saat ini Ketua Komisi C DPRD Sumut.

Di samping itu, sambungnya, BUMD tersebut menunggak pembayaran retribusi sampah kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, tanpa merincinya.

"Kita pernah menjembatani masalah di PD Pasar terkait kewajibannya itu. Kita mengundang pihak terkait, termasuk Bank Syariah Indonesia, Mandiri, untuk memberikan solusi dan clear," beber anggota Dewan yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Medan itu.

Disinggung soal sampah dan kenyamanan di beberapa pasar tradisional di Kota Medan yang saat ini dipimpin Bobby Afif Nasution, dia mengenang tatkala dirinya masih menjabat Dirut di BUMD Pemko Medan.

"Saat itu, kami sediakan dua unit truk sampah untuk mengangkat sampah dari pasar-pasar dan membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Tapi saat ini, truk itu tidak bertambah jumlahnya. Sementara volume sampah semakin bertambah di 54 pasar tradisional yang dikelola PD Pasar. Di samping itu, ada uang kas sebesar Rp6 miliar rupiah yang saya tinggalkan di PD Pasar," kenang politikus yang juga Ketua IPK Kota Medan itu.

Menurutnya, keseriusan kata dan fakta dari wali kota sebagai pemilik perusahaan, menjadi faktor penting agar PD Pasar bisa berkembang maju.

"Apalagi saat ini, Pak Wali Kota kita, menantu Presiden Jokowi. Tentunya akan semakin memudahkan lobi-lobi ke pemerintah pusat untuk pembangunan kemajuan pasar tradisional di Medan dengan kementerian terkait, seperti perindustrian perdagangan maupun koperasi," katanya.

Profesionalitas para pengelola yang duduk di jajaran direksi, sambungnya, menjadi faktor penting. Karena tanpa adanya keahlian atau kemampuan yang mumpuni di tingkat eksekutif perusahaan itu, maka kemajuan itu tidak akan tercapai.

"Apalagi saat ini Pansel Direksi PD Pasar sedang melakukan penjaringan para calon. Tentu Pansel atau panitia seleksi dapat fokus mempertimbangkan hal terkait profesionitas. Sebab mengelola PD Pasar, tidak sama dengan mengelola perusahaan lain. Pasar itu tempat interaksi sosial ekonomi banyak pihak," terang tokoh yang sempat juga mantan Dirut PD Pasar Pematangsiantar beberapa tahun lalu.

Jaringan, imbuhnya, wajib dimiliki oleh calon direksi. Sebab, semua strata dan sektor masyarakat berinteraksi di pasar.

Dirinya sangat yakin Wali Kota Bobby Nasution serius dan sungguh-sungguh mendukung kemajuan pasar tradisional di Kota Medan.

Keprihatinan Benny itu didasarkan karena dirinya pernah bekerja di sana dan sangat berharap Pemko Medan dapat memberikan dukungan nyata bagi kemajuan PD Pasar. Apakah lewat penambahan penyertaan modal atau cara lainnya karena menurutnya Wali Kota Medan sangat paham soal itu. (rel/A13/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com