Bupati Labusel Diminta Evaluasi Seluruh Pj Kades


116 view
Bupati Labusel Diminta Evaluasi Seluruh Pj Kades
Istimewa
Ilustrasi evaluasi
Kotapinang (SIB)
Bupati Kabupaten Labusel, H Edimin diminta segera mengevaluasi seluruh Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) di lima kecamatan. Pasalnya, banyak Pj Kades yang dinilai tidak memiliki kompetensi yang sesuai dan tidak mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Bupati harus cepat melakukan evaluasi terhadap kinerja para Pj Kades. Jika memang tidak layak harus segera diganti. Banyak Pj Kades yang saat ini menjabat dengan latar belakang guru dan tenaga kesehatan. Selain itu, banyak keluhan warga terkait kinerja para Pj Kades tersebut," kata Ketua Gerakan Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat (Gempar) Kabupaten Labusel, Andi Syahputra Nasution kepada wartawan, Jumat (27/8).

Dicontohkan, seperti Pj Kades Sisumut misalnya, selama ini masyarakat kerap mengeluh karena jarangnya yang bersangkutan masuk kantor. Parahnya, berbagai urusan masyarakat di desa itu yang semestinya selesai dalam satu jam, namun harus menunggu berhari-hari.

"Beberapa waktu lalu masyarakat bersama BPD mendatangi kantor desa terkait buruknya kinerja Pj Kades. Yang seperti ini harus dibenahi," katanya seperti dilansir dari harianSIB.com.

Dikatakan, permasalahan yang sama juga terjadi di desa lainnya yang kini dijabat oleh Pj Kades. Padahal kata dia, keberadaan Pj Kades sangat dibutuhkan masyarakat, terlebih pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Lagi pula dalam masa pandemi saat ini tenaga kesehatan dan guru sangat diperlukan, sehingga tidak seharusnya mereka merangkap jabatan sebagai Pj Kades," katanya.

Informasi yang dihimpun wartawan, saat ini 39 dari 53 desa se-Kabupaten Labusel dipimpin oleh Penjabat Kepala Desa. ASN yang diangkat sebagai Penjabat, sebahagian besar berasal dari tenaga kesehatan dan pendidikan di Pemkab Labusel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) Pemkab Labusel, Zulkarnain Siregar yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan, Pilkades serentak direncanakan dilaksanakan pada akhir tahun 2021.

“Rencananya akhir tahun ini. Tapi terganggu anggarannya. Kalau di Perubahan APBD nanti dapat ditampung, maka Pilkades serentak dapat dilaksanakan. Total ada 39 kepala desa,”katanya. (R12/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com